Kompas1.id
Sejumlah sopir angkutan buah sawit dan petani kecil menyampaikan harapan agar sistem penerimaan buah di PKS Nanga Silat dapat berjalan lebih transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh pemasok tanpa adanya perlakuan yang berbeda.
Menurut keterangan yang dihimpun dari beberapa pihak, terdapat keluhan yang berkembang di kalangan petani dan sopir terkait proses antrean, penerimaan buah, serta keterbatasan kuota yang dinilai berdampak pada petani kecil. Mereka berharap pihak pabrik dapat memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka mengenai mekanisme penerimaan buah agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.
Para petani kecil mengaku sangat bergantung pada hasil panen sawit untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, mereka berharap setiap buah yang dibawa ke pabrik mendapatkan kesempatan yang sama untuk diterima sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, para sopir yang bertugas mengangkut hasil panen juga berharap adanya kepastian pelayanan sehingga tidak mengalami kerugian akibat antrean yang terlalu panjang atau keterlambatan proses bongkar muat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Transparansi dalam sistem penerimaan buah dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan antara perusahaan, petani, dan para sopir. Dengan adanya keterbukaan informasi mengenai kuota, jadwal penerimaan, serta standar kualitas buah yang diterapkan, diharapkan seluruh pihak dapat memahami aturan yang berlaku dan menghindari kesalahpahaman.
Masyarakat juga berharap pihak manajemen PKS Nanga Silat dapat memberikan ruang komunikasi yang baik bagi petani dan sopir untuk menyampaikan masukan maupun keluhan. Dialog yang terbuka dinilai menjadi langkah positif dalam mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Para petani dan sopir menegaskan bahwa aspirasi yang mereka sampaikan bukan bertujuan untuk menciptakan konflik atau menyudutkan pihak tertentu. Sebaliknya, mereka berharap adanya evaluasi dan perbaikan sistem demi terciptanya tata kelola penerimaan buah sawit yang lebih profesional, adil, dan berpihak kepada seluruh masyarakat.
Sebagai salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian daerah, industri kelapa sawit diharapkan mampu memberikan manfaat yang merata bagi semua pihak, khususnya petani kecil yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok perkebunan sawit. Dengan kerja sama yang baik antara perusahaan, petani, sopir, dan instansi terkait, diharapkan tercipta suasana yang kondusif serta sistem penerimaan buah yang transparan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat dan keberlangsungan usaha perkebunan sawit tetap terjaga.
Efendi














