SUBANG KOMPAS1.ID
Suasana duka menyelimuti kawasan wisata Curug Cileat, Kabupaten Subang, pada Jumat (15/5/2026). Dua wisatawan perempuan asal Kabupaten Karawang dilaporkan hilang setelah terseret longsoran tanah saat berkunjung ke lokasi air terjun yang berada di wilayah Desa Mayang, Kecamatan Cisalak tersebut.
Kedua korban teridentifikasi bernama Alda Apriliani (22), warga Kecamatan Cikampek, dan Winda Limbong (20), warga Kecamatan Kosambi, Karawang. Keduanya berangkat ke lokasi untuk menikmati keindahan alam, namun nasib berkata lain. Diduga kuat, kedua sahabat ini tertimbun material longsor yang meluncur langsung ke aliran Sungai Cileat di sekitar lokasi wisata.
Peristiwa memilukan itu pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 14.30 WIB. Saat kejadian, kawasan Curug Cileat tengah diguyur hujan lebat. Kondisi tersebut membuat struktur tanah di sepanjang jalur menuju air terjun menjadi labil dan sangat rawan mengalami pergerakan tanah atau longsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendapat laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang segera mengerahkan tim pencari dan pertolongan. Upaya pencarian juga dibantu oleh tim SAR gabungan, personel TNI, Polri, Tagana, serta puluhan warga setempat yang bersedia membantu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, menyampaikan bahwa proses pencarian telah berlangsung selama kurang lebih lima jam. Namun, hingga menjelang malam hari, kedua korban belum juga berhasil ditemukan. Pihaknya pun terpaksa menghentikan sementara operasi penyelamatan.
“Pencarian kami hentikan sementara karena hujan kembali turun dengan cukup deras. Kami khawatir jika terus melanjutkan pencarian, akan terjadi longsor susulan yang membahayakan keselamatan tim dan warga yang terlibat,” ungkap Udin.
Berita mengenai hilangnya kedua wisatawan ini menyebar luas di media sosial dan mendapat perhatian publik. Banyak warga maupun netizen yang turut berduka dan mendoakan agar kedua korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa di balik keindahan alam, terdapat risiko bahaya yang mengintai. Hal ini terutama berlaku saat cuaca sedang ekstrem, di mana kawasan wisata alam terbuka maupun wilayah perbukitan memiliki potensi bencana alam yang lebih tinggi. ***














