Mengawal Momentum Pertumbuhan Ekonomi Daerah 2026

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
BANDUNG, Rabu, 13 Mei 2026 – Peta kekuatan ekonomi Indonesia mengalami pergeseran besar dan signifikan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data terbaru yang tercatat, wilayah Indonesia Timur kini tidak lagi berposisi sebagai pendukung semata, melainkan telah bangkit menjadi motor utama penggerak perekonomian nasional. Pergeseran ini menandai babak baru distribusi kekuatan ekonomi yang dulunya sangat berpusat di Pulau Jawa.

Dominasi wilayah timur tampak sangat jelas dari capaian pertumbuhan yang membanggakan. Maluku Utara (Malut) berada di urutan teratas dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 19,64 persen, angka yang terpaut cukup jauh dibandingkan daerah lain. Posisi kedua ditempati oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 13,64 persen, dan Sulawesi Tengah (Sulteng) melengkapi tiga besar dengan pertumbuhan sebesar 8,32 persen.

Laju ekonomi yang melesat di wilayah-wilayah ini merupakan bukti nyata keberhasilan kebijakan hilirisasi sumber daya alam dan percepatan pembangunan infrastruktur yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut terbukti mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah sekaligus membuka akses konektivitas yang lebih luas bagi pengembangan potensi lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut rincian lengkap pertumbuhan ekonomi sejumlah provinsi di Indonesia pada tahun 2026:

– Gorontalo: 7,68%
– Kepulauan Riau (Kepri): 7,04%
– Sulawesi Selatan (Sulsel): 6,88%
– Sulawesi Tenggara (Sultra): 6,23%
– Kalimantan Barat (Kalbar): 6,14%
– Jawa Timur (Jatim): 5,96%
– Jawa Tengah (Jateng): 5,89%
– Jawa Barat: 5,79%
– Banten: 5,64%
– DKI Jakarta: 5,59%

Baca Juga:  MOBIL MEWAH ANTRI PERTALITE, MASARAKAT SOROTI KETETAPAN SASARAN ( BBM) SUBSIDI

Data tersebut memperlihatkan bahwa provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa yang dulunya menjadi lokomotif utama ekonomi nasional, kini bertengger di papan tengah. Meski masih tumbuh stabil, angka yang dicapai Jawa Barat, DKI Jakarta, maupun Banten menegaskan satu hal: pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menyebar secara masif ke luar Pulau Jawa.

Di tengah lonjakan angka pertumbuhan ini, figur kepemimpinan daerah yang andal menjadi penentu keberlanjutan tren positif tersebut, salah satunya tercermin dari kinerja Anwar Hafid dalam memimpin daerahnya. Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan angka pertumbuhan yang tinggi itu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, dan tidak hanya berhenti sebagai statistik di atas kertas.

Redaksi menekankan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin setiap investasi yang masuk mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal. Selain itu, kelestarian lingkungan juga harus tetap dijaga ketat, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan di atas 10 persen seperti Maluku Utara dan NTB. Hal ini penting agar gencarnya aktivitas industri tidak merusak sumber daya alam yang menjadi tumpuan ekonomi jangka panjang, sehingga kemajuan yang diraih dapat dinikmati secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh rakyat Indonesia.

BOB HARIAWAN
KABIRO KOTA BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terminal Cicaheum Resmi Berhenti Beroperasi, Seluruh Layanan Bus Dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang
DESA KAWUNGSARI KECAMATAN CIBEUREUM TUNTASKAN GEDUNG KOPERASI MERAH PUTIH DUKUNG ASTA CITA EKONOMI DESA.
BERITA ACARA PENGAWASAN PENYELENGGARAAN ANGGARAN
Prabowo: Persatuan dan Kolaborasi Kunci Wujudkan Kemandirian Ekonomi Berbasis Riset
ASET HONDA WIN & DANA PAMSIMAS 3 TAHUN DESA SITUGEDE SUBANG KUNINGAN DIPERTANYAKAN, MANTAN KADES 2008-2014 DISOROT.
287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas
Temuan 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap: Ada di Tengah Hutan hingga Kuburan, Pendaftaran Baru Dihentikan
Ribuan Warga Padati Bundaran HI, Sambut Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 05:11 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Berhenti Beroperasi, Seluruh Layanan Bus Dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang

Senin, 29 Juni 2026 - 02:55 WIB

DESA KAWUNGSARI KECAMATAN CIBEUREUM TUNTASKAN GEDUNG KOPERASI MERAH PUTIH DUKUNG ASTA CITA EKONOMI DESA.

Senin, 29 Juni 2026 - 02:48 WIB

BERITA ACARA PENGAWASAN PENYELENGGARAAN ANGGARAN

Senin, 29 Juni 2026 - 01:20 WIB

Prabowo: Persatuan dan Kolaborasi Kunci Wujudkan Kemandirian Ekonomi Berbasis Riset

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:02 WIB

ASET HONDA WIN & DANA PAMSIMAS 3 TAHUN DESA SITUGEDE SUBANG KUNINGAN DIPERTANYAKAN, MANTAN KADES 2008-2014 DISOROT.

Berita Terbaru

Olahraga

Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026 Semakin Memanas! 🔥

Senin, 29 Jun 2026 - 03:42 WIB

Daerah

BERITA ACARA PENGAWASAN PENYELENGGARAAN ANGGARAN

Senin, 29 Jun 2026 - 02:48 WIB