KDM Turun Tangan, Panggil Guru yang Potong Paksa Rambut Siswi di Garut

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut   Kompas 1.id
Kasus dugaan pemotongan rambut secara paksa terhadap belasan siswi di SMKN 2 Garut, Jawa Barat, mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Pria yang akrab disapa KDM ini mengaku sudah berkomunikasi dengan oknum guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang diduga melakukan tindakan tersebut, serta akan memprosesnya secara hukum dan administrasi.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 30 April 2026, seusai kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah siswi berhijab menangis histeris setelah rambut panjang mereka dipotong tanpa persetujuan. Razia dilakukan dengan alasan rambut para siswi dianggap diwarnai dan melanggar aturan sekolah. Bahkan, para siswi diminta membuka kerudung terlebih dahulu sebelum diperiksa dan dipotong rambutnya.

Menanggapi hal tersebut, KDM menyatakan sudah bertemu dengan 18 siswi korban dan orang tua mereka. Ia juga memfasilitasi perbaikan rambut para siswi di salon agar kembali rapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah bertemu dengan mereka, sudah saya kirim ke salon. Jumlahnya 18 orang, sudah selesai,” ujar KDM kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

KDM juga menegaskan bahwa ia sudah menanyakan langsung alasan guru tersebut melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, alasan yang disampaikan dinilai tidak masuk akal dan berlebihan.

Baca Juga:  Amuk Massa di Panipahan: Protes Narkoba Berujung Ricuh, Polisi Dituding Terlibat

“Saya sudah tanya langsung ke orangnya. Alasannya terlalu mengada-ngada. Tindakan seperti itu tidak boleh dilakukan, apalagi terhadap anak-anak yang masih bersekolah,” katanya.

Lebih lanjut, KDM menyatakan akan menyerahkan perkara ini ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk diproses lebih lanjut dan diberikan sanksi yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga berjanji akan mempublikasikan penjelasan lengkap terkait kasus ini melalui kanal YouTube pribadinya.

Sementara itu, sejumlah siswi korban dilaporkan mengalami trauma psikologis hingga enggan berangkat ke sekolah. Pihak Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Garut juga telah melakukan asesmen dan konseling untuk memulihkan kondisi mental para korban.

Kasus ini juga mendapat sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menilai penerapan disiplin di sekolah harus dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan represif yang dapat merugikan fisik dan mental anak.

Sampai saat ini, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, masyarakat menuntut agar oknum guru yang terlibat diberikan sanksi tegas agar tidak terulang kembali di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru