Sejarah Panjang di Balik 18 Mei: Hari Tatar Sunda Berakar dari Abad ke-7

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAWA BARAT KOMPAS1.ID
– Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan tanggal 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, dan ternyata menyimpan akar sejarah yang sangat panjang, bahkan telah ada sejak abad ke-7 Masehi.

Penetapan ini bukan sekadar simbolik, melainkan didasari pada peristiwa bersejarah yang mencatat perubahan besar di masa lalu. Menurut peneliti sejarah dari Universitas Padjadjaran, Nina Herlina, tanggal 18 Mei dipilih karena merujuk pada momen ketika Kerajaan Tarumanegara berganti nama menjadi Kerajaan Sunda oleh Maharaja Tarusbawa pada tahun 669 Masehi.

Bukti Sejarah yang Kuat

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan nama dari Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda ini bukan sekadar mitos, melainkan tercatat dalam berbagai sumber sejarah yang valid. Di antaranya tertulis dalam naskah kuno Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana serta catatan sejarah dari Dinasti Tang di Tiongkok. Dari situlah kemudian disimpulkan bahwa tahun 669 M menjadi titik awal lahirnya istilah dan identitas Tatar Sunda.

“Jadi ini bukan angka sembarangan, ini adalah catatan sejarah yang valid,” jelas Nina.

Baca Juga:  Kurangi Pengangguran, Strategi Terpadu Pemprov Lampung: Dari Pelatihan Kerja hingga Pengembangan Industri

Bukan Peringatan Kerajaan, tapi Hidupkan Nilai Budaya

Meski berakar dari sejarah kerajaan, Nina menegaskan bahwa tujuan penetapan Hari Tatar Sunda bukan untuk memperingati berdirinya sebuah kerajaan, melainkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dan budaya Sunda dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hal senada disampaikan oleh akademisi hukum Unpad, Hernadi Affandi. Ia menilai bahwa Hari Tatar Sunda menjadi tonggak penting dalam membangun karakter masyarakat Jawa Barat yang berbasis pada kearifan lokal dan budaya.

Perbedaan dengan Hari Jadi Provinsi

Penting untuk diketahui bahwa Hari Tatar Sunda berbeda dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diperingati setiap tanggal 19 Agustus.

Jika Hari Jadi Provinsi bersifat administratif dan politis, maka Hari Tatar Sunda lebih menekankan pada aspek sejarah, kearifan lokal, dan identitas budaya masyarakat Sunda yang telah ada ribuan tahun lamanya.

Dengan hadirnya regulasi ini, pemerintah berharap nilai-nilai Sunda seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dipraktikkan dan hidup di tengah masyarakat modern.*** Red

#HariTatarSunda #BudayaSunda #Sejarah #JawaBarat #Tarumanegara #KerajaanSunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Berkualitas, Demokrasi Kuat, Kalimantan Barat Maju
MEDIA BERKUALITAS, MASYARAKAT CERDAS, DAERAH MAJU
Pasiter Kodim 0412/LU Perkuat Kapasitas Teritorial Lewat MTT Sisrendal Talak Binter TA 2026 di Kodam XXI/RI
300 Santri Ponpes Qurrotu Nafsin Kunjungi Istana Negara, Belajar Sejarah Bangsa dan Kepemimpinan Nasional
Pendidikan Terabaikan,Kades Ngingasrembyong Soroti Prioritas Pemkab Mojokerto: Dana Pemindahan Ibu Kota Dinilai Lebih Penting dari Sekolah Baru (Part 3)
Pemindahan Ibukota Kabupaten Mojokerto Diduga Salah Sasaran, Kebutuhan Dasar Pendidikan Warga Belum Terpenuhi (Part 3)
Akses Jalan Masih Menjadi Keluhan, Warga Ketungau Hulu Minta Perhatian Serius Pemerintah
Bupati Lampung Utara Apresiasi DPRD Usai Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:19 WIB

Media Berkualitas, Demokrasi Kuat, Kalimantan Barat Maju

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:11 WIB

MEDIA BERKUALITAS, MASYARAKAT CERDAS, DAERAH MAJU

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:39 WIB

Pasiter Kodim 0412/LU Perkuat Kapasitas Teritorial Lewat MTT Sisrendal Talak Binter TA 2026 di Kodam XXI/RI

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:51 WIB

300 Santri Ponpes Qurrotu Nafsin Kunjungi Istana Negara, Belajar Sejarah Bangsa dan Kepemimpinan Nasional

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:46 WIB

Pendidikan Terabaikan,Kades Ngingasrembyong Soroti Prioritas Pemkab Mojokerto: Dana Pemindahan Ibu Kota Dinilai Lebih Penting dari Sekolah Baru (Part 3)

Berita Terbaru

Berita

Media Berkualitas, Demokrasi Kuat, Kalimantan Barat Maju

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:19 WIB

Berita

MEDIA BERKUALITAS, MASYARAKAT CERDAS, DAERAH MAJU

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:11 WIB