Martabat Pers Bukan di KTA, Tapi Melalui Karyanya

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id ||  Dunia jurnalistik, saat ini sedang diuji. Bukan karena masalah kecepatan menyebarkan informasi, melainkan soal integritas, produktivitas, dan keberlangsungan sebuah produk media.

Baru-baru ini, langkah tegas baru diambil oleh pimpinan redaksi Buktipetunjuk.idyang berkantor di wilayah Kota Metro Lampung. Kebijakan itu menjadi sorotan menarik yang patut kita renungkan bersama sebagai bentuk upaya penyelamatan marwah pers.

Dalam aturan yang disampaikan tersebut, tergambar keputusan tegas namun penuh perhitungan bahwa setiap wartawan diwajibkan berkarya dan bertanggung jawab melalui tulisannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi mereka yang tidak aktif selama tiga bulan berturut-turut tanpa menghasilkan berita, sanksi pemecatan menjadi konsekuensi yang harus diterima.

Langkah itu terdengar keras dan kejam bagi sebagian orang, namun dinilai sangat perlu demi menjaga standar profesionalisme yang tinggi.

Di balik aturan yang ketat tersebut, tersimpan realita pahit yang sering tak terlihat publik. Dugaan kuat menyebutkan bahwa masih banyak oknum yang memanfaatkan nama pers tanpa memahami tanggung jawab besar yang menyertainya.

Mereka adalah apa yang disebut sebagai “wartawan KTA” yang hanya memegang kartu identitas, mencetak nama di jaket, namun kontribusi nyatanya nol besar. Fenomena ini perlahan ‘pembusukan’ citra profesi dari dalam.

Masalah utamanya jelas, yakni kualitas kerja jauh lebih penting daripada kuantitas anggota. Sangat disayangkan jika sebuah redaksi memiliki ratusan nama di struktur organisasi, namun yang benar-benar bekerja dan menulis hanya segelintir.

Sisanya terindikasi hanya menjadi hiasan, menjadi beban, dan menjadi alasan lahirnya stigma negatif di masyarakat yang mencibir bahwa wartawan hanya mencari keuntungan semata.

Baca Juga:  *Laporan Warga Berbuah Penangkapan, Tim 3P Polres Amankan Dua Pria Bawa Tramadol di Tangerang*

Stigma buruk tersebut lahir bukan dari kerja jurnalistik yang benar, melainkan dari mereka yang menganggap profesi ini sekadar gelar sosial atau kartu sakti semata.
Kebijakan yang diambil Pimpinan Redaksi media Buktipetunjuk.id sesungguhnya bukan sekedar aturan main, melainkan sebuah operasi penyelamatan.

Penyakit yang mengatasnamakan oknum”wartawan tanpa berita” harus segera diobati sebelum merusak seluruh tubuh perusahaan media. Pers yang sehat membutuhkan karya nyata, diantaranya hasil liputan, verifikasi fakta, dan keberanian mengungkap kebenaran, bukan deretan identitas yang hanya muncul saat ada kepentingan pribadi.

Termasuk Analisis Framing :
Metode ini untuk membedah bagaimana media mengonstruksi realitas, melihat bagaimana jurnalis menyeleksi isu dan menulis berita.

Profesi jurnalis adalah panggilan mulia untuk mengawal informasi publik. Setiap redaksi, tentu memiliki caranya sendiri dalam menjaga kualitas, namun pesan mendasar dari langkah ini sangat jelas menunjukkan bahwa wartawan itu dibuktikan lewat kinerja, bukan diakui lewat status wartawan saja.

Mari jadikan ini sebagai cambukan dan evaluasi bersama. Jika masih mengaku sebagai insan pers, maka buktikan lewat tulisan.

Jangan biarkan nama baik profesi ternoda oleh mereka yang hanya mau enaknya saja, tanpa dedikasi.
Karena pada akhirnya, martabat pers tidak dicetak di atas selembar KTA, melainkan diketik, dilaporkan, dan dipertanggungjawabkan lewat karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Dijuluki “Sangkar Hantu” PDAM di Gunung Lagan 4 Tahun Mati, Air Bersih Dinantikan Warga Desa di Kecamatan Gunung Meriah ‎
Imbas Kebakaran Alun-alun Suryakencana, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara
DPC GEMAS KECAMATAN SINDANG JAYA RESMI DIKUKUHKAN OLEH KETUA DPP GEMAS BPK. JAENUDIN ALEN
Muscam KNPI : Menyatukan Langkah, Menguatkan Peran, dan Menghadirkan Manfaat bagi Masyarakat
Wali Kota Subulussalam Sambangi Desa Dah, Warga Titip 4 Harapan Pembangunan
Merajut Berkah di Penghulu Segala Hari: Simfoni Kepedulian dari Lendeng N’ D’gank
Perempuan Tanpa Identitas Tertemper Kereta Api di Kadungora, Polisi Lakukan Penanganan dan Identifikasi Korban
Pemkab Lampura–ATR/BPN Percepat Sinkronisasi Data Tanah dan Pajak, Bidik PAD Lebih Optimal
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:51 WIB

‎Dijuluki “Sangkar Hantu” PDAM di Gunung Lagan 4 Tahun Mati, Air Bersih Dinantikan Warga Desa di Kecamatan Gunung Meriah ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Imbas Kebakaran Alun-alun Suryakencana, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:34 WIB

DPC GEMAS KECAMATAN SINDANG JAYA RESMI DIKUKUHKAN OLEH KETUA DPP GEMAS BPK. JAENUDIN ALEN

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Muscam KNPI : Menyatukan Langkah, Menguatkan Peran, dan Menghadirkan Manfaat bagi Masyarakat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Wali Kota Subulussalam Sambangi Desa Dah, Warga Titip 4 Harapan Pembangunan

Berita Terbaru