PAGELARAN WAYANG KULIT PERINGATI HARI KARTINI DI KLATEN, DIPERTUNJUKKAN OLEH SELURUH SENIMAN WANITA

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rumah Sakit Paru Daerah (RSPD) Klaten menggelar pagelaran wayang kulit rutin bertajuk “Kartini Masa Kini”. Acara berlangsung meriah di halaman RSPD Klaten pada Senin malam, 27 April 2026, dan dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Penampilan malam ini terasa istimewa karena seluruh orang yang terlibat, mulai dari dalang, penabuh gamelan, hingga para penyanyi sinden, semuanya adalah wanita. Pagelaran ini dimeriahkan oleh Paguyuban Sinden Klaten yang akrab disapa SILAT, dengan diiringi permainan gamelan dan dibawakan langsung oleh dalang putri Nyi Kenik Asmarawati, S.Sn., M.Sn. yang juga berprofesi sebagai dosen di Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pada kesempatan tersebut, lakon yang diangkat adalah kisah Sang Drupadi, salah satu tokoh sentral dalam wiracarita Mahabharata. Lakon ini disajikan dalam bentuk pertunjukan yang mengesankan, di mana pesan-pesan tentang perjuangan dan kedudukan wanita dikemas secara apik dan menyatu dengan alur cerita epik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nyi Kenik Asmarawati, pemilihan lakon ini bukan tanpa alasan. Ia ingin menggambarkan sosok wanita masa kini melalui sifat dan keteguhan hati yang dimiliki oleh Drupadi. “Wanita masa kini haruslah tangguh seperti Drupadi, berani melawan hal-hal yang tidak benar dan berani bergerak maju, namun tetap menjaga nilai dan jati diri sebagai wanita. Keberadaan kita tidak hanya sebagai pendukung di belakang, melainkan juga mampu berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual

Pertunjukan ini menjadi wujud nyata semangat emansipasi wanita yang senantiasa diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini. Melalui seni budaya yang menjadi warisan leluhur, para seniman wanita ingin menunjukkan bahwa peran dan kemampuan wanita tidak kalah dalam berbagai bidang, termasuk dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional.

Suasana di lokasi acara terlihat sangat hidup dan penuh kekeluargaan. Penonton tampak antusias menyaksikan setiap adegan dan mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan melalui pertunjukan malam itu. Kegiatan ini diharapkan dapat terus diadakan secara rutin, sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan budaya bangsa serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Redaksi: Mas Dalang Gaul (Mr. Bien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda
Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah
Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi
Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat
Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony
PHRI dan Disparekraf Gelar Konsolidasi Perkuat Sinergi Pariwisata Daerah
Selamatan Keberangkatan BAIT Sugiarti Melanjutkan Pendidikan ke SMK Negeri 1 Sintang
Ekskavasi Situs Gedong Pusaka di Bantul Ungkap Fondasi dan Struktur Bangunan Masa Lalu
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:42 WIB

Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:17 WIB

Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:59 WIB

Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony

Berita Terbaru

Berita

Negeri Banyak Dusta

Sabtu, 15 Agu 2026 - 04:38 WIB