Menjelajahi Aceh Singkil Kota Bertuah dengan Pesona Kepulauan Banyak yang Mendunia

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL ,– KOMPAS1.ID || Kabupaten Aceh Singkil terus memperkuat identitasnya sebagai Kota Bertuah. Julukan tersebut tidak hanya mencerminkan kehidupan masyarakat yang religius dan kental dengan budaya pesisir, tetapi juga menggambarkan kekayaan alam yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di ujung barat Indonesia.

‎Salah satu magnet utama Aceh Singkil adalah Kepulauan Banyak, gugusan pulau tropis yang kerap dijuluki sebagai “Maladewa-nya Indonesia” berkat panorama lautnya yang jernih, pantai berpasir putih, serta keindahan alam yang masih terjaga.

‎Terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Aceh Singkil menjadi pintu masuk menuju Kepulauan Banyak. Dari Banda Aceh, perjalanan menuju daerah ini memerlukan waktu sekitar 10 hingga 12 jam melalui jalur darat. Sementara dari Kota Medan, waktu tempuhnya juga berkisar 10 hingga 12 jam.

‎Kepulauan Banyak memiliki luas sekitar 27.196 hektare dan terdiri atas puluhan pulau yang menawarkan karakter serta pesona berbeda. Beberapa pulau yang paling dikenal wisatawan antara lain Pulau Tuangku, Pulau Bankaru, Pulau Palambak Besar, Pulau Palambak Kecil, Pulau Ujung Batu, Pulau Rangit, Pulau Baguk, Pulau Jawi-jawi, Pulau Gading-gading, hingga Pulau Ilang.

‎Hamparan pasir putih berpadu dengan air laut berwarna biru kehijauan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Lanskap tropis yang masih alami membuat Kepulauan Banyak menjadi lokasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari keramaian.

‎Selain panorama pantai, kawasan ini juga dikenal sebagai surga bagi pencinta wisata bawah laut. Terumbu karang yang masih terjaga serta beragam biota laut menjadikan aktivitas snorkeling dan menyelam sebagai pilihan utama wisatawan. Penyewaan perlengkapan snorkeling tersedia mulai sekitar Rp50 ribu, sedangkan paket menyelam lengkap dengan pemandu ditawarkan mulai Rp300 ribu.

‎Setiap pulau memiliki keunikan tersendiri. Pulau Malelo Besar dikenal karena bentuknya yang mungil dengan hamparan pasir putih di tengah laut sehingga sering dibandingkan dengan pulau-pulau di Maladewa. Sementara Pulau Palambak menawarkan dermaga ikonik bertuliskan “Palambak Island” yang menjadi lokasi favorit untuk berfoto. Adapun Pulau Tailana menjadi salah satu tempat terbaik menikmati panorama matahari terbenam.

‎Untuk mencapai Kepulauan Banyak, wisatawan dapat berangkat dari Pelabuhan Jembatan Tinggi di Kota Singkil. Tersedia berbagai pilihan transportasi laut, mulai dari kapal tradisional dengan tarif sekitar Rp25 ribu, kapal feri sekitar Rp28 ribu, hingga speedboat dengan tarif sekitar Rp85 ribu per orang. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi beberapa pulau sekaligus, tersedia pula penyewaan perahu untuk kegiatan island hopping dengan kisaran harga Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per hari.

‎Musim terbaik mengunjungi Kepulauan Banyak berlangsung antara Maret hingga Oktober. Pada periode tersebut, cuaca umumnya cerah dan gelombang laut relatif tenang sehingga cocok untuk snorkeling, menyelam, berkayak, maupun menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitarnya.

‎Beragam paket wisata juga tersedia, mulai dari paket keluarga, perjalanan bulan madu, hingga paket rombongan dengan pilihan durasi dua hingga empat hari. Mengingat fasilitas di beberapa pulau masih terbatas, wisatawan disarankan membawa uang tunai, perlengkapan pribadi, serta ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama berkunjung.

‎Dengan keindahan alam yang masih alami, kekayaan biota laut, serta keramahan masyarakatnya, Aceh Singkil menawarkan pengalaman wisata bahari yang berbeda. Tak heran jika Kota Bertuah terus menjadi salah satu destinasi yang semakin menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  Rapat Lanjutan Atasi Kelangkaan Solar Nelayan Tanggamus, Skema BBM Subsidi Disepakati Lebih Terarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Upacara Pensucian Tunggul Kesatuan
Pesantren Darul Muta’allimin Tingkatkan Kapasitas Tim Media Lewat Pelatihan Canva dan AI Selama Tiga Hari
Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Aceh Singkil, Rumah Warga Rusak
Sekda OKU Abaikan Putusan PTUN, Ketua Umum JMI Yudi Hutriwinata Sentil Keras: Contoh Buruk Kepatuhan Hukum dan Jauh dari Good Governance! Perdana, Sekda OKU Sumsel di Gugatn PMH Ke PN Baturaja buntut abaikan putusan PTUN yang telah inkracht.
Kompas Satu ID Kalbar Kunjungi Silat Hulu, Soroti Kerusakan Infrastruktur dan Dorong Percepatan Pembangunan Desa
Kunjungan Awak Media Kompas Satu ID Kalimantan Barat ke Kecamatan Silat Hulu, Soroti Infrastruktur dan Percepatan Pembangunan Desa
Becak, Tumpeng, dan Doa Ulang Tahun ke-65 Presiden ke-7 RI
Becak, Tumpeng, dan Doa Ulang Tahun ke-65 Presiden ke-7 RI
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:45 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Upacara Pensucian Tunggul Kesatuan

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:36 WIB

Pesantren Darul Muta’allimin Tingkatkan Kapasitas Tim Media Lewat Pelatihan Canva dan AI Selama Tiga Hari

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:33 WIB

Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Aceh Singkil, Rumah Warga Rusak

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:31 WIB

Menjelajahi Aceh Singkil Kota Bertuah dengan Pesona Kepulauan Banyak yang Mendunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:24 WIB

Sekda OKU Abaikan Putusan PTUN, Ketua Umum JMI Yudi Hutriwinata Sentil Keras: Contoh Buruk Kepatuhan Hukum dan Jauh dari Good Governance! Perdana, Sekda OKU Sumsel di Gugatn PMH Ke PN Baturaja buntut abaikan putusan PTUN yang telah inkracht.

Berita Terbaru