Kompas1.id
BANDUNG 30 Juni 2026
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digagas pemerintah kini berada di persimpangan krusial. Niat mulia memperkuat ekonomi akar rumput justru terbentur realitas yang menyakitkan: lima nyawa calon manajer koperasi gugur saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di bawah naungan Kementerian Pertahanan.
Tragedi ini menuntut koreksi total, bukan sekadar ucapan dukacita normatif.
Korban Jiwa dan Urgensi Evaluasi
Hingga akhir Juni 2026, lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi medis berat saat pelatihan fisik—mulai dari henti jantung, heat stroke, hingga gangguan pernapasan akut.
Masalah Utama: Adanya ketidakselarasan antara disiplin militer yang dipaksakan dengan profil kesehatan serta kebutuhan substantif calon pengelola koperasi.
Tuntutan Publik: Ombudsman RI dan Komisi I DPR RI mendesak penghentian sementara serta evaluasi total terhadap kurikulum, pembagian porsi fisik, dan kepatuhan SOP medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Realitas di Lapangan: Koperasi yang Masih Tutup
Ironisnya, di saat pelatihan memakan korban, implementasi program di daerah justru berjalan lambat. Lebih dari sebulan sejak diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, sejumlah titik koperasi di daerah—salah satunya di Kabupaten Sumenep—masih terpantau tutup dan belum beroperasi.
Aktivitas jual beli dan pelayanan masyarakat mandek karena pengurus di tingkat daerah masih menunggu kepulangan para manajer yang saat ini tengah bertaruh nyawa di pusat pelatihan.
Reposisi Fokus: Manajemen, Bukan Korps Militer
Mengelola ekonomi desa membutuhkan kecakapan akuntansi, analisis rantai pasok, literasi digital, dan kejelian membaca pasar modal lokal. Kedisiplinan memang penting, namun menjejalkan porsi latihan fisik militer yang eksesif kepada warga sipil akademis terbukti merupakan salah langkah manajemen risiko.
Sikap Redaksi: Pemerintah harus berani mengerem ambisi seremoni peresmian. Nyawa manusia tidak boleh menjadi harga yang dibayar demi mengejar target pembentukan badan usaha. Kembalikan orientasi pelatihan ke jalur substantif: penguatan kapasitas bisnis, bukan ketahanan fisik ekstrem.
Catatan Tambahan untuk Agenda Redaksi 30 Juni 2026:
Sektor Ekonomi: Pantau hasil lelang Sukuk Negara (SBSN) oleh Kemenkeu yang menargetkan Rp10 triliun hari ini.
Sektor Pendidikan: Pengumuman kelulusan UM-PTKIN 2026 serentak dirilis pukul 15.00 WIB.
Sektor Kebencanaan: BMKG menetapkan status Siaga cuaca ekstrem untuk wilayah Bengkulu, Kalteng, dan Sulteng.
Apakah ada poin spesifik dari isu Koperasi Merah Putih ini yang ingin Anda pertajam untuk disesuaikan dengan visi media Anda?
BOB HARIAWAN KABIRO KOTA BANDUNG














