Bandar Lampung – KOMPAS1.id || Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung menyiapkan konsep berbeda untuk peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Tidak lagi digelar secara konvensional, perayaan yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun mendatang itu akan dipusatkan di salah satu pusat perbelanjaan modern di Lampung dengan skala nasional.
Konsep tersebut disiapkan sebagai bentuk apresiasi kepada para guru sekaligus mendekatkan momentum Hari Guru Nasional kepada masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BGTK Lampung, Hendra Apriawan, S.T., mengatakan pihaknya tengah mematangkan berbagai persiapan guna menyukseskan agenda tahunan tersebut. Pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan dilakukan agar kegiatan lebih mudah diakses masyarakat dan mampu menghadirkan suasana perayaan yang lebih inklusif.
“Rencananya HGN 2026 akan kami laksanakan di mal. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses kegiatan dan ikut merasakan kemeriahan Hari Guru Nasional. Mohon doa dan dukungannya agar rencana ini dapat terwujud,” ujar Hendra saat menerima kunjungan Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) di kantornya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Hendra, konsep HGN yang sedang disiapkan akan berbeda dari pelaksanaan di daerah lain.
BGTK Lampung ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga mampu melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Seperti Festival Kreasi yang sebelumnya kami gelar, tidak semua provinsi memiliki kegiatan serupa. HGN 2026 nanti diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana edukasi yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan,” katanya.
Untuk mendukung kemeriahan acara, BGTK Lampung juga akan menggandeng berbagai mitra strategis. Sejumlah stan akan disediakan untuk menampilkan program, karya, inovasi, serta berbagai praktik baik yang telah dilakukan oleh mitra maupun insan pendidikan di Lampung.
“Melalui stan-stan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang mendukung kemajuan pendidikan. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan capaian dunia pendidikan kepada publik,” ujarnya.
Hendra menegaskan, peran media massa menjadi faktor penting dalam menyebarluaskan informasi sekaligus membangun partisipasi publik terhadap kegiatan tersebut. Karena itu, BGTK Lampung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan insan pers dan organisasi media.
“Media merupakan corong informasi yang sangat dibutuhkan. Melalui pemberitaan yang luas dan positif, masyarakat akan lebih mudah mengetahui berbagai program serta kegiatan yang kami laksanakan,” katanya.
Ia juga berharap Organisasi Pers Taring Lampung dapat turut berkontribusi dalam menyukseskan peringatan Hari Guru Nasional 2026 melalui dukungan publikasi dan penyebaran informasi.
Sementara itu, Ketua Taring Lampung, Yumart DS, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung agenda tersebut.
Dukungan akan diwujudkan melalui publikasi dan pemberitaan yang masif agar masyarakat mengetahui berbagai bentuk apresiasi yang diberikan kepada para guru.
“Hari Guru Nasional merupakan momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada para guru yang telah berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami siap mendukung melalui publikasi dan pemberitaan yang luas,” ujar Yumart.
Sinergi antara BGTK Lampung, media, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan peringatan HGN 2026 berlangsung meriah, edukatif, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung.
Sumber / dok tim.(JMI)
Editor wep / Kompas1.id













