KOMPAS1.ID
BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung tengah gencar menyelesaikan proses verifikasi lapangan terhadap sekitar 71.000 warga yang tercatat mengalami perubahan status dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hingga saat ini, proses pengecekan tersebut sudah mencapai hampir 90 persen, dan hasilnya akan menjadi penentu utama apakah nama-nama tersebut kembali masuk dalam daftar penerima bantuan sosial atau dicabut haknya.
Perubahan status data yang tercatat dalam sistem membuat ribuan warga tersebut sebelumnya terhapus atau keluar dari kelompok prioritas penerima manfaat. Menyikapi hal itu, pemerintah daerah menurunkan petugas langsung ke lapangan guna meninjau dan memastikan apakah kondisi ekonomi riil masyarakat masih sama atau telah berubah dibandingkan data yang tercatat dalam basis data nasional.
“Verifikasi ini wajib dilakukan agar bantuan yang bersumber dari negara benar-benar tepat sasaran. Banyak nama yang statusnya berubah di sistem, kami harus cek satu per satu kondisinya di rumah masing-masing,” ungkap salah satu petugas di lokasi pengecekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mekanisme yang diterapkan cukup jelas: jika hasil pengecekan membuktikan bahwa warga yang bersangkutan masih memenuhi kriteria kemiskinan atau kerentanan sosial, pemerintah akan segera mengusulkan proses reaktivasi data. Langkah ini bertujuan agar mereka kembali dimasukkan ke dalam daftar penerima bansos dan berhak mendapatkan dukungan ekonomi dari pemerintah.
Sebaliknya, jika di lapangan ditemukan bahwa kondisi ekonomi warga sudah membaik dan tidak lagi masuk kategori penerima, maka statusnya akan tetap dicabut. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan bantuan, serta anggaran negara bisa dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan dan benar-benar layak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi evaluasi nyata terhadap akurasi sistem pendataan nasional. Di satu sisi, DTSEN dinilai sudah memberikan standar seragam dan meminimalkan penyalahgunaan data, namun di sisi lain data administrasi sering kali belum sepenuhnya menggambarkan dinamika ekonomi masyarakat yang berubah cepat. Pemutakhiran berkala dan pengecekan langsung ke lokasi menjadi kunci agar bantuan sosial tetap menjadi jaring pengaman sosial yang efektif dan adil bagi seluruh warga Kota Bandung.
Kaperwil jabar ilham pikolo














