LAMPUNG UTARA – KOMPAS1.id ||Semangat gotong royong terpancar di Dusun 03 Lubuk Lasak, Desa Pekurun, saat personel TNI dari Koramil 412-07/Abung Barat bersama anggota Brigif TP/SB dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini difokuskan pada tahap krusial, yakni pengecoran pondasi tapak bagian belakang. Pembangunan ini merupakan respon nyata atas kebutuhan infrastruktur penyeberangan yang memadai di atas Sungai Way Arum.
Spesifikasi Rekayasa Jembatan
Jembatan gantung ini dirancang untuk memiliki daya tahan tinggi terhadap fluktuasi debit air sungai yang ekstrem.
Bentang Panjang 58 Meter (Lebar sungai 48 meter). Dengan Lebar Jembatan 1,2 Meter, Jembatan dibangun mengantisipasi kenaikan permukaan air yang bisa mencapai 6 meter saat intensitas hujan tinggi.
Aksi pembangunan ini melibatkan sedikitnya 62 orang tenaga gabungan, yang terdiri dari 2 Orang Babinsa, 10 Anggota Brigif TP/SB, dan 20 Anggota Brigif TP/SB Way Rarem ,Masyarakat 30 Relawan dari Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan.
Jembatan Gantung Perintis Garuda diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi bagi sekitar 500 KK (1.200 jiwa) di wilayah Kecamatan Abung Pekurun dan Kecamatan Aji Kagungan.
Kehadiran jembatan ini memiliki peran strategis sebagai Jalur Distribusi Logistik yang Memudahkan petani mengangkut hasil bumi secara lebih efisien, dan Akses Pendidikan yang Memperpendek jarak tempuh siswa menuju sekolah, serta Mempercepat akses bagi aparatur desa, khususnya yang berada di Dusun Ngantong, dalam menjalankan tugas administratif antar-desa.
Dengan dimulainya pengecoran pondasi ini, diharapkan pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas demi percepatan roda ekonomi di Lampung Utara.
( Samsir Harni )










