Kompas1.id Halmahera Barat,
30 April 2026 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Totala Jaya, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sejak Senin (07/01) malam memicu banjir bandang dan tanah longsor. Bencana ini mengakibatkan 26 rumah rusak parah, Fasilitas Bangunan Pendidikan, Rumah Guru 2 Unit, dan Gereja 2 Unit, dan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Musibah banjir yang menelan Puluhan Rumah warga rusak parah dan mengakibatkan kurang 55 Kepala Keluarga, harus mengamankan diri dilokasi pengunsian setelah mendapat arahan dari pemerintah Halmahera Barat.
Kondisi di lokasi pengungsian kini memprihatinkan. Warga yang kehilangan tempat tinggal hanya berteduh di bawah tenda darurat yang terbuat dari terpal seadanya. Mereka mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan pokok.
Salah satu warga korban banjir mengungkapkan keluhan dan berharap pemerintah segerah merespon dengan serius persoalan ini.
“Urus Olo” Salah satu korban banjir” dalam wawancaranya kepada Tim Media Gertak.Id Memang Pasca Bencana, ada bantuan yang masuk, tapi setelah kami di lokasi pengungsian kurang lebih 1 bulan, bantuan tidak lagi masuk. kehadiran pemerintah juga sudah tidak ada. Kami hanya mengandalkan kebaikan tetangga dan relawan swadaya. Kami merasa ditinggalkan,” Ucap Bapak Urus Ollo, di balai desa setempat pada Selasa (28/04).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh para orang tua yang khawatir akan kesehatan anak-anak mereka.
Ketidakhadiran pihak berwenang memicu kemarahan publik. Warga menilai respon pemerintah terlalu lambat dan terkesan tidak peduli.
“Mereka sibuk dengan urusan sendiri, Saat butuh suara, mereka datang ke rumah-rumah tetapi Saat kami terkena musibah, mereka menghilang,” ujar salah satu warga yang tak mau di sebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun penjelasan dari pemerintah daerah terkait keterlambatan penyaluran bantuan dan pembangunan tempat tinggal yang layak . Para korban kini hanya bisa berharap agar bantuan segera hadir sebelum kondisi mereka semakin memburuk.
(Noval/Dj).
















