Tujuh DPC PPP Lampung Tolak Muscab, Minta DPP Tuntaskan Konflik Internal

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung,- KOMPAS1.id || 14 April 2026 – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan kembali menghangat. Sebanyak tujuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP di Provinsi Lampung menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dinilai belum tepat digelar di tengah belum tuntasnya konflik kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Tujuh DPC yang menyatakan sikap penolakan tersebut yakni DPC PPP Lampung Selatan, DPC PPP Kota Metro, DPC PPP Lampung Utara, DPC PPP Lampung Tengah, DPC PPP Tulang Bawang Barat, DPC PPP Lampung Barat, dan DPC PPP Pringsewu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan itu muncul karena para pengurus DPC menilai pelaksanaan Muscab harus dilakukan dalam situasi organisasi yang kondusif, memiliki dasar hukum yang kuat, serta didukung kepengurusan DPP yang lengkap dan solid sesuai amanat AD/ART partai.

Menurut para ketua DPC, keputusan strategis organisasi, termasuk Muscab, wajib memiliki legitimasi penuh melalui surat keputusan resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP PPP agar sah secara organisatoris maupun hukum.

Baca Juga:  Di Tepi Jurang: Ancaman Rusia, NATO, dan Guncangan Besar Pasar Global

Mereka menilai, selama konflik internal di DPP belum selesai dan struktur kepengurusan pusat belum sepenuhnya tuntas, pelaksanaan Muscab di daerah berpotensi menimbulkan persoalan baru dan mengganggu stabilitas konsolidasi partai di tingkat cabang.

Sikap ini juga merupakan bentuk kehati-hatian politik organisasi agar proses regenerasi dan restrukturisasi kepengurusan di daerah berjalan dalam suasana yang sehat, demokratis, dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Para ketua DPC PPP Lampung menegaskan bahwa pada prinsipnya mereka tidak menolak agenda Muscab sebagai bagian dari konsolidasi partai, namun meminta agar pelaksanaannya ditunda hingga konflik internal di DPP selesai dan kepengurusan pusat berjalan secara kolektif dan solid.

Mereka berharap DPP PPP dapat segera menyelesaikan persoalan internal agar agenda konsolidasi partai dari tingkat pusat hingga daerah dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi dan memperkuat soliditas partai menjelang agenda politik ke depan.

(Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:51 WIB

**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**

Berita Terbaru