Subulussalam kompas1 id
Subulussalam – Revitalisasi sekolah MTsN Simpang Kiri yang menelan biaya fantastis menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, lokasi sekolah tersebut ditutup dari akses media, sehingga sulit untuk dipublikasikan.
Saat media mencoba mengunjungi sekolah tersebut, tidak dapat mengakses masuk untuk melihat sejauh mana perkembangan bangunan. Masyarakat sekitar sekolah juga mempertanyakan hal yang sama. “Kami pun heran, pak, ditutup semuanya. Seharusnya bangunan atau revitalisasi dan renovasi tidak boleh ditutupi, harus terbuka ke publik,” kata salah satu warga.
Masyarakat mengingatkan bahwa sesuai dengan undang-undang yang berlaku, setiap kegiatan harus terbuka ke publik, dan pekerja harus menggunakan standar kerja. “Kami berharap agar pihak terkait dapat memberikan klarifikasi dan membuka akses informasi tentang revitalisasi sekolah ini,” tambah warga tersebut.
Media kompas 1 id telah mencoba menghubungi pihak sekolah melalui via chat namun mengatakan.”Waalaikum salam. Kami dari madrasah hanya sebagai penerima manfaat. Itu program PHTC. Program presiden pak . Kami terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi lebih lanjut.(Ramona)















