fenomena menjamurnya bisnis gym yang kini bersaing ketat dengan tren padel, dengan fokus pada inklusivitas usia.

Olahraga22 Dilihat

Bandung kompas1.id 
​Bukan Sekadar FOMO: Gym Kini Jadi “Rumah” Lintas Generasi dari Pelajar hingga Lansia
​Di tengah demam lapangan padel yang menjamur di setiap sudut kota, industri kebugaran konvensional—alias gym—ternyata tidak kehilangan taringnya. Alih-alih meredup, bisnis pusat kebugaran justru mengalami evolusi drastis. Jika dulu gym identik dengan pria berotot, kini pemandangannya jauh berbeda: sebuah ruang inklusif tempat pelajar berseragam hingga lansia berusia 65 tahun berbagi beban yang sama.

​Spektrum Usia: Dari Gen Z hingga Silver Generation
​Fenomena ini bukan sekadar ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO). Ada pergeseran paradigma kesehatan yang nyata di masyarakat:
​Pelajar & Mahasiswa (Usia 15-22): Bagi mereka, gym adalah tempat pelarian dari tekanan akademik sekaligus sarana aktualisasi diri. Pengaruh media sosial menjadikan tubuh yang bugar sebagai aset sosial, namun sisi positifnya, mereka mulai membangun disiplin sejak dini.
​Usia Produktif (Usia 23-50): Kelompok ini menjadikan gym sebagai third place antara kantor dan rumah. Fokusnya adalah manajemen stres dan menjaga metabolisme di tengah gaya hidup sedenter.

banner 336x280

​Lansia (Usia 55-65+): Inilah segmen yang paling menarik. Banyak lansia kini beralih ke latihan beban (strength training) atas saran medis untuk menjaga kepadatan tulang dan massa otot (mencegah sarkopenia). Gym bukan lagi tempat pamer otot, melainkan investasi agar tetap mandiri di masa tua.

​Gym vs Padel: Persaingan atau Sinergi?
​Meski padel menawarkan sisi sosial yang kental, gym tetap unggul dalam hal aksesibilitas dan personalisasi. Di gym, seseorang bisa berlatih secara spesifik sesuai kebutuhan tubuhnya—sesuatu yang sulit didapatkan hanya dari permainan olahraga permainan. Kehadiran personal trainer (seperti terlihat pada gambar) kini bertransformasi menjadi pelatih gaya hidup, bukan sekadar instruktur angkat beban.

Maraknya bisnis gym saat ini membuktikan bahwa kesehatan telah menjadi “mata uang” baru. Batasan usia telah runtuh; ketika seorang remaja 17 tahun melakukan deadlift di samping kakek berusia 65 tahun yang sedang berlatih treadmill, kita tahu bahwa kesadaran akan investasi tubuh telah mencapai level tertinggi di semua lapisan masyarakat.
dari pemilik gym mengenai kenaikan persentase member di atas usia 50 tahun ,bahwa gym bukan lagi “milik” anak muda saja. Bob Hariawan. Kabiro kota Bandung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *