Subulussalam kompas 1 i d,
Subulussalam – Harga minyak eceran di kota Subulussalam, khususnya jenis Fartalite, mengalami kenaikan drastis dan tidak sesuai dengan instruksi pemerintah. Banyak pengecer yang menjual minyak dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga warga kesulitan mendapatkan minyak dengan harga standar.
Harga minyak eceran di beberapa tempat sudah mencapai Rp 20.000 per liter, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp 30.000 per botol Aqua besar. Hal ini sangat memberatkan warga, terutama menjelang Idul Fitri.
“Ini sangat tidak adil , kami sudah kesulitan hidup Antri di SPBU sampe satu hari, tapi harga minyak malah naik,” kata seorang warga.
Pemerintah setempat telah menginstruksikan agar tidak ada penimbunan BBM dan penjualan melebihi HET, namun sepertinya instruksi ini tidak diindahkan oleh beberapa oknum. Masyarakat berharap agar instansi terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menstabilkan harga minyak dan menjaga ketersediaan BBM di kota Subulussalam.(Ramona)










