KOMPAS1.id || Tradisi berbagi uang baru saat Hari Raya Idulfitri kembali semarak di Ramadan 1447 H/2026 M. Antusiasme masyarakat terlihat dalam layanan kas keliling yang digelar Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI Tegal, salah satunya di halaman Masjid Agung Asy Syuhada, Selasa (3/3/2026).
Sejak siang, warga berdatangan sesuai jadwal yang telah dipesan melalui sistem daring. Kini, penukaran uang tidak lagi mengandalkan antrean fisik, melainkan melalui aplikasi berbasis web PINTAR yang bisa diakses sebelum datang ke lokasi.
Umi Aisyah, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, mengaku bersyukur akhirnya berhasil memperoleh kuota penukaran tahun ini.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Biasanya titip teman, sekarang bisa dapat sendiri lewat online,” ujarnya.
Ia menukarkan uang dengan pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 untuk dibagikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keponakan-keponakannya. Tahun ini menjadi pengalaman pertamanya sukses mendapatkan jadwal melalui sistem “war” online.
Hal serupa disampaikan M. Hafidz, warga Tirto, Pekalongan. Ia mengaku harus bersaing cukup ketat saat pendaftaran dibuka pada 24 Februari lalu.
“Antre online hampir setengah hari. Tapi alhamdulillah dapat kuota Rp2,5 juta,” katanya.
Menurutnya, pelayanan di lokasi berlangsung tertib dan nyaman. Tantangan utama justru pada proses pemesanan daring yang harus cepat dan tepat.
“Tahun lalu tidak dapat di Pekalongan, harus sampai Tegal. Sekarang lebih beruntung,” tambahnya.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa penerapan sistem digital melalui platform PINTAR bertujuan mengurangi antrean panjang serta memastikan distribusi uang pecahan baru lebih merata di wilayah kerja BI Tegal yang meliputi Eks Karesidenan Pekalongan.
“Dengan pemesanan online, masyarakat tidak perlu datang lebih awal untuk mengantre. Semua sudah terjadwal sehingga pelayanan lebih pasti, tertib, dan nyaman,” jelasnya.
Ia menegaskan, tradisi berbagi uang baru saat Lebaran bukan sekadar membagikan rezeki, tetapi juga mempererat tali silaturahmi keluarga.
Karena itu, BI berupaya menghadirkan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan Idulfitri 2026, KPw BI Tegal menyiapkan Rp5,3 triliun, meningkat sekitar 9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan ini sejalan dengan proyeksi naiknya aktivitas ekonomi dan kebutuhan uang tunai menjelang Lebaran.
Dalam program SERAMBI 2026, BI Tegal bekerja sama dengan perbankan membuka 61 titik layanan penukaran yang berlangsung sejak 19 Februari hingga 15 Maret 2026. Selain di kantor perbankan dan titik tetap, mobil kas keliling juga dioperasikan guna menjangkau masyarakat lebih luas.
Bimala mengimbau masyarakat untuk menukar uang di tempat resmi guna menghindari risiko uang palsu maupun praktik percaloan. Sistem PINTAR yang terintegrasi langsung dengan Bank Indonesia dinilai lebih aman dan transparan.
Program SERAMBI sendiri merupakan agenda rutin tahunan BI yang tidak hanya menyediakan layanan penukaran uang, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Melalui digitalisasi layanan ini, proses penukaran uang menjelang Lebaran di Pekalongan dan sekitarnya diharapkan semakin tertib, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung masyarakat dalam menjaga tradisi berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idulfitri.
(Tim Liputan Kominfo./Dian)











