Ogan Ilir,Kompas1.id
Realisasi Corporate Sosial Resposibillty (CSR) PT.Buyung mulai Tahun 2023,2024 dan 2025,di duga tak jelas pasalnya pihak sekretariat CSR di Badan Perencanaan Pemerintah Daerah (Bappeda) Kabupaten Ogan Ilir (OI)Provinsi Sumatera -Selatan (Sumsel ) Mengaku tidak ada koordinasi dari perusahan hanya yang aktif Bank Sumsel ,
” Bappeda hanya sekretariat CSR tempat perusahan berkoordinasi tetang realisasi Pembanggunan yang menggunakan anggaran CSR ,Namun semua itu pihak perusahan selalu mengaku sudah ada koordinasi dengan Bappeda,wajar kalau realiassi itu tak jelas”Ujar Ketua PMPB OI Bayu saat di wawancarai awak media melalui Via telpon Selasa (24 /02/2026).
Dikatakannya juga Kalau berapa persen Dana CSR yang di keluarkan oleh PT.Buyung setiap tahunnya,realisasi Pembanggunanya apa saja ,di Desa mana anggarannya berapa Bappeda bisa di pastikan tidak tau,
“PT.Buyung wajib mengeluarkan Dana CSR karena perusahan mereka itu berdomisili di Kabupaten Ogan Ilir (OI),Apabila tidak di keluarkan dan di realisasikan maka pemerintah Kabupaten OI bisa mencabut surat izin Operasinya sanksinya di tutup”ucapnya
Ketika di hubungi Pihak dari PT.Buyung Riki mengaku sudah berkoordinasi dengan Bappeda,Pembanggunan dari Dana CSR sudah di realusasikan,seperti membangun jalan dan Pagar sekolah,
– Sudah koordinasi dengan Bappeda pak,kita sudah bangun jalan dan Pagar sekolah itu dari Dana CSR pak sebentar bagaimana Aan ini “terangnya sembari menutup telpon. Pewarta Iskadi.
















