Subulussalam kompas1 id
Subulussalam – Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Kota Subulussalam terus menyuarakan kekhawatiran atas defisit kota yang semakin membengkak. Ahmad Rambe, Ketua Ormas LAKI DPC Kota Subulussalam, menyatakan bahwa ormasnya telah lama mengkritik kebijakan dan pengelolaan pemerintah sebelumnya yang menyebabkan keuangan daerah kota Subulussalam terus menerus bertambah defisitnya.
“Dengan tidak mengenal lelah, kami terus berusaha mendapatkan data Anggaran yang dianggap salah sasaran penggunaannya,” kata Rambe. Ormas LAKI telah membuat laporan mulai dari tingkat bawah sampai ke KPK RI, dengan bermodal swadaya masyarakat.
Menurut Rambe, pemerintahan sebelumnya menyatakan bahwa defisit disebabkan oleh bencana Covid-19, namun hasil penelusuran ormas LAKI menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang, seperti penempatan PLT kepala dinas sampai 2-3 tahun, dan penggunaan dana DOKA, termasuk Dana Baitul Mal, Dana PEN, PSR dan Dana KONI.
Rambe juga sangat mendukung langkah Fraksi Rabbani yang ingin membuat laporan terkait asal muasal utang pemko yang membengkak. Selain itu, LAKI juga sangat mengapresiasi pernyataan Walikota HRB yang meminta KPK RI, Bareskrim Polri, dan Kejagung untuk turun ke Subulussalam untuk mengaudit Anggaran dari tahun 2015/2025 asal muasal hutang kota Subulussalam yang membengkak.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya masyarakat Subulussalam,” kata Rambe.
Reportee Ramona















