Bandung Kompas1.id
Pengerjaan pemindahan kabel udara menjadi kabel bawah tanah dinilai sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, kegiatan penggalian yang dilakukan di badan jalan justru menimbulkan kemacetan parah, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari selasa (10/02/2026)
Pantauan di lapangan menunjukkan, arus lalu lintas menjadi tersendat akibat sebagian badan jalan tertutup material galian. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, bahkan mengantre panjang, sehingga mengganggu aktivitas warga yang hendak berangkat bekerja, ke sekolah, maupun menjalankan usaha.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan tidak adanya pengaturan lalu lintas yang memadai di lokasi pengerjaan. Minimnya rambu peringatan serta petugas di lapangan memperparah kondisi kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga menilai, proyek yang seharusnya bertujuan untuk menata kota dan meningkatkan estetika lingkungan justru berdampak sebaliknya karena pelaksanaannya tidak memperhatikan kepentingan publik. Mereka berharap ada evaluasi serius agar pengerjaan dilakukan lebih tertib, terencana, dan tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) terkait keluhan dan dampak yang dirasakan masyarakat akibat pengerjaan tersebut.
ilham PIKOLO
Kaperwil Jawa Barat










