Pembangunan Jembatan Desa Nanga Payak Terhenti, Warga Pertanyakan Kelanjutan Proyek

Kalimantan445 Dilihat

Sintang, Kalimantan Barat Kompas1.id
Pembangunan jembatan di Desa Nanga Payak, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kelanjutan. Berdasarkan pantauan di lapangan dan rekaman video yang beredar, proyek pembangunan jembatan tersebut sudah terhenti kurang lebih selama tiga bulan tanpa kejelasan kapan akan kembali dilanjutkan.

Jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat Desa Nanga Payak itu sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga, mulai dari transportasi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Namun, kondisi terkini justru memprihatinkan. Struktur jembatan tampak belum rampung, material pembangunan terlihat terbengkalai, dan tidak ada aktivitas pekerja di lokasi proyek.
Warga setempat mengaku resah dengan terhentinya pembangunan tersebut. Pasalnya, jembatan ini merupakan satu-satunya jalur penghubung utama desa menuju wilayah lain. Ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat, akses warga menjadi semakin sulit dan berisiko membahayakan keselamatan.

banner 336x280

“Sudah sekitar tiga bulan ini tidak ada pekerjaan lanjutan. Kami tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang jelas jembatan ini sangat kami butuhkan. Kalau air sungai naik, warga terpaksa mencari jalan alternatif yang jauh dan berbahaya,” ungkap salah satu warga Desa Nanga Payak.

Selain berdampak pada mobilitas masyarakat, terhentinya pembangunan jembatan juga berpengaruh terhadap perekonomian desa. Hasil kebun dan pertanian warga sulit dipasarkan karena akses transportasi yang tidak memadai. Hal ini dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan masyarakat jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut.

Masyarakat Desa Nanga Payak berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sintang dan instansi terkait, segera turun tangan untuk memberikan penjelasan serta memastikan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut. Warga meminta agar proyek ini tidak dibiarkan mangkrak, mengingat anggaran negara yang digunakan seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami sederhana, jembatan ini segera diselesaikan. Jangan sampai dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan. Kami butuh kepastian,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah terkait mengenai alasan terhentinya pembangunan jembatan Desa Nanga Payak serta kapan pekerjaan akan kembali dilanjutkan.
Masyarakat berharap perhatian serius dari pemerintah agar pembangunan infrastruktur di daerah pedalaman seperti Kecamatan Kayan Hulu benar-benar menjadi prioritas demi meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan warga.

Pewarta Efendy

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *