Subulussalam Kompas1.id
Forum Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Singkil–Kombih bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) menyatakan komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di wilayah DAS Singkil–Kombih secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Forum DAS Singkil–Kombih, Anton Tin, usai melakukan kunjungan kerja dan pertemuan koordinasi dengan BPDAS Wampu Sei Ular di Medan. (30/01).
Dalam pertemuan tersebut, Forum DAS menyerahkan sejumlah usulan strategis rehabilitasi DAS pascabanjir yang kerap melanda wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil.
Menurut Anton Tin, penanganan DAS Singkil–Kombih tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan terpadu lintas wilayah karena alur DAS ini melintasi tiga daerah berbeda.
“Hulu DAS Singkil–Kombih berada di Kabupaten Pakpak Bharat, wilayah tengahnya di Kota Subulussalam, dan hilirnya bermuara di Aceh Singkil. Kalau ingin banjir terkendali, penanganannya harus dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu usulan utama yang disampaikan adalah pembangunan DAM penahan di wilayah hulu untuk mengendalikan laju aliran air dan sedimentasi, serta penguatan kegiatan RHL di kawasan kritis. Kerusakan hutan dan lahan di daerah hulu dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir yang berulang di wilayah tengah dan hilir DAS.
Selain pembangunan infrastruktur pengendali, Forum DAS juga mendorong kegiatan penanaman kembali lahan kritis, pengayaan vegetasi, serta pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga kawasan DAS agar upaya rehabilitasi berjalan berkelanjutan.
Anton Tin menegaskan bahwa BPDAS Wampu Sei Ular menyambut baik usulan tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada. Sinergi antara pemerintah, BPDAS, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan DAS Singkil–Kombih.
“Kami berharap program RHL ini benar-benar menyentuh akar persoalan, bukan hanya reaksi setelah banjir terjadi. Ini tentang keselamatan lingkungan dan masa depan masyarakat di sepanjang DAS,” tegasnya.
Forum Masyarakat DAS Singkil–Kombih optimistis, dengan kolaborasi lintas daerah dan dukungan pemerintah pusat melalui BPDAS, upaya rehabilitasi DAS dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir serta memulihkan fungsi ekologis sungai Singkil–Kombih.//Ramona










