Subulussalam kompas,1,id
Subulussalam – Sekda Kota Subulussalam menyampaikan klarifikasi terkait tudingan Walikota Subulussalam menghabiskan banyak SPPD karena sering berada di luar kota. Menurut Sekda, SPPD Walikota tahun 2025 adalah yang terkecil di seluruh kabupaten/kota se Aceh.
“Keberadaan Walikota di luar daerah tidak sebanding dengan anggaran SPPD yang dipilot di DPA Setdako. Kami melihat banyak kegiatan yang dilakukan Walikota di luar tidak seluruhnya mengharapkan dari SPPD,” kata Sekda.
Sekda juga menjelaskan bahwa banyak kegiatan di luar yang hanya menggunakan satu SPPD dan merentet ke kegiatan lain, sebagai upaya mengefisiensi dengan kondisi anggaran daerah yang belum stabil.
“Terkait Walikota sering berada di luar, harus kita lihat dari berbagai perspektif. Jika kita mau melihat secara positif bisa, namun jika mau melihat negatif juga bisa, tergantung dari sudut pandang mana kita menilai,” tambahnya.
Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang memberikan kritikan konstruktif dan objektif demi terwujudnya cita-cita bersama.
“Semua upaya yang dilakukan tahun 2025 dampaknya kita harapkan di tahun 2026 karena program itu tidak terlepas dari proses waktu dan waktu penganggaran tidak bisa spontanitas,” tutup Sekda.(Ramona)












