Lapak Durian Tajau Pak Apau, Tradisi Tahunan dari Kampung Lape yang Selalu Dinanti

Kalimantan250 Dilihat

Kompas1.id
Sanggau – Musim durian selalu menghadirkan cerita dan kenangan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Sanggau. Di antara banyaknya lapak durian yang bermunculan, satu yang hampir tak pernah sepi pengunjung adalah lapak durian tajau milik Pak Apau, warga asal Kampung Lape. Lapak sederhana ini telah menjelma menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti para pencinta durian, baik dari dalam maupun luar daerah.
Durian tajau yang dijajakan Pak Apau dikenal memiliki cita rasa khas yang sulit dilupakan. Perpaduan rasa manis, legit, dan lembut di lidah, disertai aroma durian yang kuat namun tidak menyengat, menjadi daya tarik utama. Setiap buah dipilih langsung dari hasil panen terbaik, memastikan kualitas dan kematangan durian tetap terjaga. Kamis 15 Januari 2026

Saat ditemui di lapaknya, Pak Apau menuturkan bahwa berjualan durian tajau bukan sekadar mencari keuntungan semata.
“Durian tajau ini sudah menjadi kegiatan tahunan. Setiap musim durian tiba, masyarakat memang sudah menunggu,” ujar Pak Apau sambil tersenyum.
Ia menambahkan bahwa proses pemilihan durian dilakukan dengan teliti agar rasa tetap konsisten, tidak terlalu manis, namun tetap legit dan beraroma khas.
Lebih dari sekadar tempat berjualan, lapak durian tajau Pak Apau juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Banyak pengunjung datang bersama keluarga,

banner 336x280

sahabat, bahkan rekan kerja, untuk menikmati durian sambil berbincang santai. Suasana sederhana, hangat, dan penuh keakraban membuat lapak ini terasa berbeda dibandingkan penjualan durian pada umumnya.
Tim dari Media Komunikasi 1ID turut mencicipi langsung durian tajau yang dijajakan. Tekstur daging buah yang lembut berpadu dengan rasa manis legit menghadirkan sensasi nikmat sejak suapan pertama. Aroma khas durian tajau yang alami semakin menegaskan kualitas buah yang digunakan. Pengalaman mencicipi durian di lapak ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang suasana dan kebersamaan yang tercipta.

Tak heran jika banyak pelanggan mengaku selalu kembali setiap musim durian tiba. Beberapa di antaranya bahkan rela datang dari luar daerah hanya untuk menikmati durian tajau Pak Apau yang sudah terkenal dari mulut ke mulut.
Selain menjaga kualitas rasa, Pak Apau juga berkomitmen mempertahankan harga yang terjangkau agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Menurutnya, tradisi jual durian tajau ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga sarana melestarikan kekhasan Kampung Lape agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Dengan konsistensi cita rasa, kehangatan pelayanan, serta nilai kebersamaan yang kuat, lapak durian tajau Pak Apau kini telah menjadi salah satu ikon kuliner musiman di Kabupaten Sanggau. Tradisi tahunan ini bukan sekadar tentang menikmati durian, melainkan juga tentang menjaga warisan budaya lokal, mempererat kebersamaan, dan merawat kearifan daerah yang patut terus dijaga dan dibanggakan.

Jurnalis Effendy

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *