SOREANG Kompas1.id
KAB BANDUNG Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan tercatat telah mencapai 3,14%.
Meski demikian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Purwanto Joko A, mengakui adanya deviasi atau keterlambatan sebesar 0,14% dari rencana awal yang ditargetkan sebesar 3,27%. Ia menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan berkaitan dengan kondisi teknis dan cuaca.
Tantangan Medan dan Cuaca
Menurut Purwanto, tim di lapangan harus melakukan pengupasan lapisan tanah sawah yang memakan waktu cukup lama. Kondisi ini diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang menghambat mobilitas dan PT.Berantas Abipraya pengerjaan konstruksi.
”Kami harus mengupas lapisan tanah sawah, dan itu butuh waktu. Apalagi medan dengan hujan juga menjadi kendala. Namun, kami akan terus menggenjot (pushed) jadwal untuk mengganti waktu yang hilang,” ujar Purwanto usai melaksanakan ground breaking SR Jawa Barat, Soreang Kab.Bandung. Senin (12/1/2026)
Terkait adanya isu lahan sengketa di lokasi proyek, Purwanto mengonfirmasi bahwa memang terdapat satu petak lahan yang masih dalam status sengketa. Namun, ia menegaskan bahwa area tersebut difungsikan sebagai lahan parkir dan pihaknya memilih untuk tidak melakukan pembangunan di titik tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap pemilik lahan.
selainitu dirinya menanggapi keluhan masyarakat di media sosial mengenai ceceran tanah proyek di jalan raya, pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf. Purwanto menjelaskan bahwa prosedur penyiraman jalan sebenarnya rutin dilakukan di gerbang proyek, namun sisa-sisa tanah terkadang masih terbawa. Ia berjanji akan melakukan pembersihan secara lebih intensif agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Target Operasional
Proyek yang merupakan satu kesatuan kontrak dengan wilayah Bekasi dan Jasinga (Bogor) ini diharapkan dapat selesai tepat waktu.

”Insya Allah, jika tidak ada hambatan berarti, pada akhir Juni atau awal Juli 2026 fasilitas ini sudah bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat,”
Andri
















