Wajah Buram Proyek Bobrok Kantor DAMKAR Danau Paris Telan Anggaran Rp800 Juta: Monumen Kegagalan & Peringatan 9 Tahun Mangkrak

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL,Kompas1.id–
17 November 2025.- DPD-CIC Aceh Singkil merilis temuan mengejutkan dan memicu amarah publik terkait dugaan maladministrasi dan pemborosan anggaran negara di Kecamatan Danau Paris. Sebuah bangunan yang seharusnya menjadi Kantor Pemadam Kebakaran (DAMKAR) kini berdiri sebagai monumen beton kegagalan yang telah mangkrak selama 9 tahun sejak pembangunannya pada tahun 2016.
Bangunan vital ini, yang dianggarkan pada masa kepemimpinan Bupati Safriadi SH, menelan biaya yang sungguh fantastis dan nyaris tak masuk akal untuk sebuah kantor kecamatan: Rp800.000.000,00.

Temuan DPD-CIC Aceh Singkil menunjukkan bahwa bangunan tersebut memiliki kualitas dan kuantitas yang dipertanyakan bahkan sejak awal pendiriannya. Ketua DPD-CIC Aceh Singkil, yang menemukan fakta di lapangan, menegaskan bahwa bangunan itu tampak asal jadi dan tidak layak pakai, sehingga fungsinya sebagai posko penanganan bencana hanya sebatas utopia belaka.

“Ini bukan hanya masalah mangkrak. Ini adalah tugu peringatan atas buruknya pengawasan dan perencanaan anggaran di Aceh Singkil. Bagaimana mungkin dana Rp800 Juta hanya menghasilkan bangunan yang sudah 9 tahun terbengkalai? Kualitasnya pun sangat jauh dari nilai anggaran yang dikucurkan,” tegas perwakilan DPD-CIC Aceh Singkil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu mangkraknya kantor DAMKAR ini menjadi cerminan dari kondisi Kecamatan Danau Paris yang disebut-sebut sebagai ‘anak tiri’ pembangunan Aceh Singkil. Berbatasan langsung dengan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, daerah ini seharusnya menjadi etalase dan prioritas khusus di wilayah perbatasan.

Paktanya, meski sudah menyandang status kecamatan selama 27 tahun, Danau Paris dinilai jauh tertinggal dari segala aspek pembangunan dibandingkan kecamatan lain di Aceh, menunjukkan adanya disparitas pembangunan yang mencolok dan minimnya perhatian dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga:  Ketua Tuha Peuet Bagok panah sa dan KPA Salurkan Bantuan Korban Banjir Aceh Utara

Kondisi infrastruktur yang bobrok ini diperparah dengan persoalan sosial yang sangat mendesak. Tajir Tumanggor, seorang tokoh masyarakat adat Danau Paris, menyampaikan jeritan hati publik:

“Kalau saja Pemerintah Aceh Singkil dan Pemerintah Aceh punya kepedulian yang terarah, mereka akan lihat tanah-tanah kami dirampas oleh korporasi besar, yaitu PT. Delma Makmur dan PT. GSS. Tanah itu adalah warisan turun-temurun nenek moyang kami. Sekarang dikuasai penuh oleh perusahaan. Kami hanya bisa gigit jari di negeri sendiri,” ujarnya penuh kepedihan.

DPD-CIC Aceh Singkil mendesak Pemerintah Daerah agar segera berkolaborasi secara serius untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat perbatasan agar lebih maju dan sejahtera. Hal ini dapat diwujudkan melalui program peningkatan pangan, budidaya ikan, peternakan, perkebunan kelapa sawit, dan palawija.

Menutup sorotan tajam ini, DPD-CIC Aceh Singkil mendesak Pemerintah Aceh Singkil untuk segera benahi dan fungsikan Kantor DAMKAR yang 9 tahun tidak layak pakai dan aktifkan Personil DAMKAR sebagai mana mestinya. Pemerintah tidak boleh membiarkan kecamatan perbatasan Danau Paris ini semakin terpuruk baik dari sumber daya ekonomi maupun sumber daya manusia. Laporan ini menjadi pukulan telak atas kegagalan dalam mengelola aset daerah dan ketidakpedulian terhadap kondisi masyarakat di wilayah perbatasan.

Report Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadwal Penerbangan Bandara Syekh Hamzah Fanshuri 02 Juli ‎Jadwal Penerbangan di Bandara Syekh Hamzah Fansuri
Ketua DPRK H. Amaliun Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Komitmen Polri Layani Masyarakat
H.Amaliun Hadir Hari Bhayangkara ke-80, di Mapolres Aceh Singkil, “Polri untuk Masyarakat
Ayah dan Anak Hilang Usai Perahu Karam di Perairan Aceh Singkil, Tim SAR Diminta Bergerak Cepat
Polres Aceh Singkil Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat
Perahu Karam di Perairan Aceh Singkil Ayah dan Anak Terombang-ambing di Sekitar Pulau Birahan ‎
Warga Desa Suka Damai Harapkan Lampu Jalan Segera Diaktifkan kembali ‎Rabu, 1 Juli 2026
Pesantren Darul Muta’allimin Tingkatkan Kapasitas Tim Media Lewat Pelatihan Canva dan AI Selama Tiga Hari
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:12 WIB

Jadwal Penerbangan Bandara Syekh Hamzah Fanshuri 02 Juli ‎Jadwal Penerbangan di Bandara Syekh Hamzah Fansuri

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:09 WIB

Ketua DPRK H. Amaliun Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Komitmen Polri Layani Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:04 WIB

H.Amaliun Hadir Hari Bhayangkara ke-80, di Mapolres Aceh Singkil, “Polri untuk Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:43 WIB

Ayah dan Anak Hilang Usai Perahu Karam di Perairan Aceh Singkil, Tim SAR Diminta Bergerak Cepat

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:39 WIB

Polres Aceh Singkil Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat

Berita Terbaru