Aceh Singkil kompas1.id
Proyek perbaikan jalan dan pembangunan talud di Desa Ujung Bawang, khususnya di Dusun Teladan Makmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, dikeluhkan warga karena menimbulkan debu tebal yang beterbangan hingga masuk ke dalam rumah.
Keluhan tersebut disampaikan tokoh masyarakat setempat, Jamirin Berutu, bersama sejumlah warga yang mengaku aktivitas proyek di depan permukiman mereka telah mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Menurut Jamirin, debu yang muncul selama proses pekerjaan berlangsung tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga mulai berdampak pada kondisi kesehatan warga, terutama anak-anak.
“Memang benar, saya sendiri juga merasakan dampaknya. Sejak adanya debu dari pekerjaan ini, saya mengalami batuk. Adik kecil kami juga mengalami batuk dan flu,” ujar Jamirin saat menyampaikan keluhannya.
Warga menyebut, debu dari material dan aktivitas kendaraan proyek setiap hari beterbangan ke badan jalan, halaman rumah, hingga masuk ke dalam rumah warga. Kondisi ini dinilai semakin parah saat cuaca panas dan kendaraan proyek terus melintas tanpa adanya upaya penyiraman jalan secara rutin.
Akibatnya, masyarakat sekitar merasa sangat terganggu. Selain menurunkan kenyamanan, debu yang terus terhirup dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan, batuk, dan flu, terutama bagi anak-anak dan warga yang rentan.
Jamirin berharap pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi yang bertanggung jawab, segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan warga adalah penyediaan mobil penyiram jalan atau penyiraman rutin di titik-titik yang paling terdampak debu.
“Kami berharap ada solusi bersama. Paling tidak, pihak kontraktor bisa menyediakan mobil penyiram jalan agar debu tidak terus beterbangan dan mengganggu warga,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan hasil konfirmasi kepada warga sekitar, debu dari proyek tersebut memang terlihat cukup tebal dan berterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan. Warga pun meminta agar kontraktor tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar area kerja.
Masyarakat berharap pihak kontraktor dan instansi terkait segera merespons keluhan ini dengan tindakan nyata, seperti penyiraman jalan secara berkala, pengendalian material proyek, serta langkah pencegahan lain agar dampak debu bisa diminimalkan.
Warga menegaskan, mereka tidak menolak pembangunan. Namun, mereka meminta agar pekerjaan proyek tetap memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Reporter Sabri













