‎Sempat Terdampak Banjir, BUMK Dambaan Tanah Bara Bangkit dengan Tebar 42 Ribu Bibit Lele Mutiara

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id
Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Dambaan Tanah Bara resmi mengalihkan fokus budidaya perikanannya. Setelah sempat terpuruk akibat banjir besar, BUMK Tanah Bara kini menebar sebanyak 42.000 ekor bibit lele mutiara di kolam BUMK dusun 1 Tanah Bara, pada Rabu (15/7/2026).

‎Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca-bencana yang sempat melumpuhkan sektor perikanan desa tersebut pada akhir tahun lalu.

‎Bencana melanda BUMK Tanah Bara pada akhir November 2025. Hanya berselang satu hari setelah pengelola menebar bibit ikan nila, banjir besar menyapu kawasan tersebut dan menghanyutkan seluruh bibit tanpa sisa.

‎Menyikapi kerugian tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama pengelola BUMK menggelar musyawarah pada 25 Juni 2026. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bersama untuk mengalihkan komoditas budidaya dari ikan nila ke ikan lele mutiara.

‎Direktur BUMK Dambaan Tanah Bara, Maksum Malau, menjelaskan ada dua alasan utama di balik keterlambatan penebaran bibit baru hingga pertengahan tahun ini.

‎Maksum Malau optimistis bahwa pengalihan komoditas ini insya Allah akan memberikan hasil yang lebih cepat dan efisien bagi kas desa maupun masyarakat.

‎”Secara ekonomis, lele mutiara jauh lebih menjanjikan untuk pemulihan pasca-banjir. Ikan ini diperkirakan sudah bisa dipanen dalam waktu hanya 2 bulan. Jauh lebih cepat dibanding ikan nila yang membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Selain itu, daya tahan tubuh lele jauh lebih kuat terhadap perubahan kondisi air,” ujar Maksum.

‎Proses penebaran 42.000 bibit lele mutiara ini disaksikan langsung oleh sejumlah pihak penting guna memastikan akuntabilitas program pemulihan ekonomi ini. Turut hadir di lokasi, Salman Manik (Kepala Desa Tanah Bara), Nadia Sari Lubis, SP (Pendamping Lokal Desa), Erni Noviani, ST (Pendamping Kecamatan), Suryadi (Dinas Perikanan).

‎Pemerintah Desa berharap program ini dapat berjalan lancar hingga masa panen dua bulan ke depan, sehingga dapat menjadi stimulus positif bagi ketahanan pangan dan pendapatan asli desa (PAD) Tanah Bara.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  Bupati Bandung Raih Penghargaan Karya Bakti Dalam Musda Pergerakan Pramuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manjau Jama Warga di Tegineneng, Pemkab Pesawaran Hadirkan Pasar Murah dan Beragam Layanan Terpadu
Kapolsek Tanjung Raja Hadiri Masa sidang lll DPRD 2026
LMND Soroti Syarat Penerima Beasiswa MPK Aceh Singkil ‎
Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda
*Ayah Kandung Gugat Empat Anak Soal Tanah Warisan” Publik Menunggu Hasil Putusan Dari PA Slawi*
PT Ensem Lestari Tak Hadiri RDP di DPRK Aceh Singkil Terkendala Transportasi
‎Optimalisasi Pelayanan Publik, Pemerintah Kecamatan Singkil Gelar Monitoring Langsung Lewat Program Kantor Keliling (KALING)
‎PT Ensem Lestari Tak Hadiri RDP di DPRK Aceh Singkil Terkendala Transportasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:05 WIB

Manjau Jama Warga di Tegineneng, Pemkab Pesawaran Hadirkan Pasar Murah dan Beragam Layanan Terpadu

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:51 WIB

Kapolsek Tanjung Raja Hadiri Masa sidang lll DPRD 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:25 WIB

Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:19 WIB

*Ayah Kandung Gugat Empat Anak Soal Tanah Warisan” Publik Menunggu Hasil Putusan Dari PA Slawi*

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:58 WIB

PT Ensem Lestari Tak Hadiri RDP di DPRK Aceh Singkil Terkendala Transportasi

Berita Terbaru

Berita

Kapolsek Tanjung Raja Hadiri Masa sidang lll DPRD 2026

Kamis, 16 Jul 2026 - 14:51 WIB