Kompas1.id *Minut
– Bitung, Sulawesi Utara* – Akses jalan di sekitar area operasional PT Meares Soputan Mining (MSM) resmi ditutup sejak akhir Mei 2026 menyusul penurunan struktur jalan yang signifikan.
External Relation Department Head PT MSM, Hery Rumondor, menyatakan bahwa perusahaan telah memantau kondisi jalan sejak Oktober 2025 dan rutin melapor ke pemerintah. “Tidak ada aktivitas penambangan di lokasi longsor selama hampir satu tahun terakhir,” tegas Hery, sejak pada Kamis (29/5/ 26).
Penutupan dilakukan atas koordinasi dengan BPJN Sulawesi Utara demi keselamatan pengguna jalan. Lalu lintas dialihkan ke jalan sementara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai solusi jangka panjang, PT MSM mengklaim telah merampungkan jalan baru sepanjang 3,1 km berstandar Bina Marga dan telah diserahterimakan ke Balai Jalan. Namun hingga kini jalan tersebut belum beroperasi. “Operasionalnya masih terhambat akibat adanya penolakan dari sekelompok warga setempat,” ujar Hery.
Pihaknya menyatakan terus berkoordinasi agar jalan pengganti segera dioperasikan untuk kepentingan publik, agar warga masyarakat yang ada di wilayah Minahasa Utara dan Kota Bitung bisa menjalankan aktifitas di jalan sementara yang akan dialihkan.
Pengalihan akses Lalu lintas Jalan sementara bisa di gunakan Warga masyarakat Minahasa Utara dan Kota Bitung, demi menunjang putaran perekonomian warga dan Akses pendidikan, agar bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
(Noval).














