Menjunjung Tinggi Pancasila: Benteng Utama Negara Kesatuan Republik Indonesia

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Redaksi
Bandung Kompas1.id
Pancasila bukan sekadar rangkaian kata atau simbol negara semata. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah fondasi filosofis, pandangan hidup, sekaligus benteng kokoh yang menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di tengah keberagaman yang luar biasa—mulai dari suku, agama, ras, hingga budaya—Pancasila menjadi satu-satunya titik temu yang menyatukan kita dalam satu ikatan persaudaraan bangsa.

Pancasila sebagai Perekat dan Penjaga Keutuhan

Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan keberagaman yang menjadi anugerah sekaligus tantangan. Tanpa landasan yang kuat, perbedaan bisa dengan mudah menjadi jurang perpecahan. Di sinilah peran vital Pancasila hadir. Kelima sila yang terkandung di dalamnya—Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia—merupakan panduan yang menjamin bahwa setiap warga negara dihargai, dihormati, dan memiliki tempat yang sama dalam bumi pertiwi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjunjung tinggi Pancasila berarti meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Nilai Persatuan Indonesia adalah inti dari pertahanan kita. Ketika kita memegang teguh nilai ini, kita menolak segala bentuk pemisahan, gerakan separatis, atau paham yang bertujuan memecah belah wilayah maupun persaudaraan bangsa. Pancasila menjadi benteng yang tak tertembus bagi setiap ancaman yang berusaha merobek keutuhan NKRI.

Menangkal Ancaman dan Paham Merusak

Di era globalisasi dan derasnya arus informasi seperti sekarang, tantangan terhadap keutuhan bangsa kian beragam. Masuknya paham radikal, ekstremisme, intoleransi, hingga berita bohong yang memprovokasi adalah ancaman nyata bagi persatuan. Di sinilah peran Pancasila semakin krusial sebagai benteng pertahanan ideologi.

Baca Juga:  Terima Hibah Rampasan KPK Senilai Rp1,9 Miliar, Pemkab Purworejo Siap Manfaatkan untuk Dukung Layanan Publik

Pancasila mengajarkan kita cara hidup bernegara yang beradab: beragama dengan toleransi, berinteraksi dengan menghargai harkat sesama, bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah, dan berjuang mewujudkan keadilan bagi semua. Nilai-nilai ini adalah antitesis dari segala paham yang mengajarkan kebencian, kekerasan, atau diskriminasi. Selama kita berpegang pada Pancasila, fondasi NKRI akan tetap kokoh berdiri.

Implementasi dalam Tindakan Nyata

Menjunjung tinggi Pancasila sebagai benteng NKRI tidak cukup hanya dengan menghafal bunyinya saja. Hal itu harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, antara lain:

Menghormati perbedaan dan menjaga kerukunan antarwarga.
Menolak segala bentuk ujaran kebencian, fitnah, atau berita yang memicu perpecahan.
Mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan perselisihan.
Mencintai dan menjaga keutuhan wilayah Indonesia dari ujung barat hingga timur.
-Berpartisipasi aktif dalam pembangunan demi kesejahteraan bersama.

Tetap Kokoh Berdiri

Sejarah telah membuktikan bahwa dengan semangat Pancasila, bangsa Indonesia mampu melewati berbagai badai dan tantangan. Kini, tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga benteng tersebut agar tetap kokoh. NKRI adalah harga mati, dan Pancasila adalah jiwa yang menggerakkannya.

Mari kita terus memperkokoh persatuan, menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap langkah, dan memastikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap berdiri tegak, bersatu, dan berdaulat hingga kapan pun.

Pancasila Hidup, Indonesia Kuat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru