Kompas1.id JAILOLO,
25 Mei 2026 — Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Kabupaten Halmahera Barat mendesak Panitia Khusus (Pansus) BLUD DPRD Halmahera Barat agar tidak hanya fokus pada persoalan anggaran dan pelayanan kesehatan, tetapi juga serius membongkar dugaan buruknya pengelolaan limbah di RSUD Jailolo yang dinilai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Desakan itu muncul di tengah menguatnya sorotan publik terhadap carut-marut tata kelola BLUD RSUD Jailolo, mulai dari persoalan pelayanan, kelangkaan obat hingga dugaan ketidaktransparanan anggaran rumah sakit.
Sekretaris GMNI Halbar juga mendesak agar pansus mengambil langka serius untuk mengawal proses pengelolaan limba yang diduga mencemari lingkungan sekitar masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“GMNI menilai, persoalan limbah rumah sakit selama ini seolah luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga dan pencemaran lingkungan.” Tegas Maykel Flory
Maikel, juga mendesak agar kinerja yang dibentuk DPRD Halmahera barat jangan hanya fokus pada presentasi didalam kertas, tetapi harus turun ke lapangan.
“Pansus jangan hanya berhenti pada angka-angka anggaran. Mereka juga harus turun melihat kondisi IPAL dan sistem pengelolaan limbah medis RSUD. Kalau limbah tidak di atur secarah baik, maka lingkungan berpotensi tercemar dan masyarakat umum yang menjadi korban.” Tutup Maikel
Hingga berita ini disiarkan, Belum ada tanggapan resmi dari pihak RSUD terhadap peroslan yang disampaikan Mahasiswa.
(Noval/IvalD)














