Bayi 11 Bulan Penderita Hidrosefalus di Subang Berjuang Sembuh, Keluarga Kesulitan Biaya Transportasi Berobat

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Subang, 9 Mei 2026 – Nasib pilu menimpa Muhammad Goffi Abdullah Irawan, bayi berusia 11 bulan warga Kampung Rawabadak RT 103 B RW 32, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Sejak lahir, Goffi harus berjuang melawan penyakit hidrosefalus, kondisi di mana kepalanya dipenuhi penumpukan cairan yang membahayakan nyawanya.

Orang tua Goffi, Yudi Irawan dan Tia Haryanti, hanya bisa pasrah menghadapi ujian berat ini. Keduanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, dan kini terbebani biaya transportasi untuk pengobatan rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Padahal, biaya operasi dan penanganan medis sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

“Seharusnya Kamis lalu kami harus kontrol, tapi tidak berangkat sama sekali karena tidak punya uang ongkos. Sekali berangkat ke Bandung, butuh sekitar Rp700 ribu untuk sewa kendaraan dan kebutuhan selama di rumah sakit. Saya hanya bisa menangis melihat kondisi anak,” ungkap Tia saat ditemui di rumahnya, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu bulan lalu, Goffi sempat menjalani operasi pemasangan selang dari kepala menuju perut untuk mengalirkan cairan yang menumpuk. Upaya itu membuahkan hasil positif; diameter kepala Goffi yang awalnya mencapai 75 sentimeter kini menyusut menjadi sekitar 60 sentimeter. Pihak medis di RSHS menyebut Goffi sangat beruntung mendapatkan penanganan cepat, karena jika terlambat, penumpukan cairan dikhawatirkan bisa menyebabkan pecahnya tengkorak.

Baca Juga:  Persib Bandung Taklukan Persija Jakarta 2-1, Kokoh di Puncak Klasemen BRI Super League

Selain berjuang melawan penyakit, keluarga kecil ini juga hidup dalam kondisi yang sulit. Mereka menempati rumah semi permanen yang sempit, sumpek, dan jauh dari standar kelayakan huni. Rumah itu dihuni beberapa anggota keluarga termasuk kakek dan nenek Goffi, dengan fasilitas toilet yang sangat memprihatinkan.

Di tengah keterbatasan itu, harapan mulai hadir lewat uluran tangan dermawan. Dokter Maxi turun langsung mengunjungi kediaman Goffi, memberikan bantuan sembako serta dana untuk biaya pengobatan. “Kasihan sekali, setelah operasi masih harus kontrol rutin tapi terhalang biaya. Semoga bantuan ini meringankan beban dan Goffi segera pulih sehat,” kata dokter Maxi.

Bantuan juga datang dari Anggota DPRD RI Fraksi Golkar, Elita Budiarti, yang menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta. Bantuan ini disambut lega keluarga, karena bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan transportasi dan keperluan penunjang pemulihan Goffi hingga ia benar-benar sembuh. *** Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas
Putuskan Isolasi Dua Desa, Praka Heru Bersama Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lampung Utara
Bupati Nanda Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh
Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Sepanjang 35 Meter Rampung Dibangun
Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung
Sambut 1 Muharam 1448 H, BAZNAS Bandung & KUA Margaasih Gelar Santunan Yatim Piatu “Muharam Penuh Cinta”
Pendekatan Literasi & Estetika Medis (Smart, Sleek & Professional
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Dukung Program Belida melalui Pengecoran Jalan Desa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:57 WIB

287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:24 WIB

Putuskan Isolasi Dua Desa, Praka Heru Bersama Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lampung Utara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:56 WIB

Bupati Nanda Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:21 WIB

Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Sepanjang 35 Meter Rampung Dibangun

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:17 WIB

Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung

Berita Terbaru