Publik Sulut Mengamuk.! “BBM Solar Subsidi Sudah Diamankan di Polda, Tapi Big Boss Diduga Masih Bebas Berkeliaran? “Jangan Main Lepas Barang Bukti..!”

Berita285 Dilihat

Kompas1.id SULAWESI UTARA
– Gelombang kemarahan publik terhadap dugaan praktik mafia BBM solar subsidi di Sulawesi Utara semakin membesar. Masyarakat kini menyoroti langkah Kepolisian Daerah Sulawesi Utara yang telah mengamankan sejumlah barang bukti BBM solar subsidi dari berbagai lokasi, namun publik mempertanyakan mengapa aktor utama yang disebut-sebut di belakang bisnis ilegal tersebut belum tersentuh hukum.

Sorotan tajam mengarah pada dugaan jaringan mafia BBM subsidi yang disebut telah lama bermain di Sulawesi Utara. Nama seorang pengusaha yang dikenal dengan sebutan “Frenli” ikut ramai diperbincangkan publik. Namun hingga kini, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan pihak tersebut bersalah, sehingga seluruh dugaan tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang adil dan transparan.

banner 336x280

Yang menjadi perhatian masyarakat adalah keberadaan barang bukti berupa kendaraan, tandon, hingga BBM solar subsidi yang disebut sudah berada di halaman Polda Sulut. Kondisi itu memunculkan pertanyaan keras dari publik: apakah kasus ini akan benar-benar diusut sampai ke akar, atau kembali berhenti hanya pada penyitaan barang bukti?

“Jangan sampai rakyat cuma diperlihatkan barang bukti, tapi pemain besarnya aman di belakang layar,” ujar salah satu warga yang ikut memantau perkembangan kasus tersebut.

Publik juga mulai mempertanyakan apakah ada pihak-pihak kuat yang diduga membekingi praktik penyalahgunaan solar subsidi sehingga proses hukum berjalan lambat. Karena itu, masyarakat meminta Listyo Sigit Prabowo turun memberi perhatian serius terhadap penanganan kasus ini agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan terhadap aparat penegak hukum.

Kasus dugaan mafia solar subsidi dinilai bukan perkara kecil. Selain menyangkut potensi kerugian negara, praktik tersebut dianggap merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati BBM subsidi dari pemerintah.

“Kalau barang bukti sudah ada, maka publik menunggu tindakan nyata. Jangan sampai ada kesan hukum hanya keras kepada rakyat kecil, tapi melemah ketika berhadapan dengan pemain besar,” kata warga lainnya.

Masyarakat Sulawesi Utara kini mengaku terus memantau langkah Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dalam menangani perkara ini. Publik meminta penyidik membuka secara terang benderang alur distribusi BBM subsidi ilegal, pihak yang diduga terlibat, hingga kemungkinan adanya jaringan yang bermain di belakang layar.

Kasus ini pun mulai ramai dibicarakan di berbagai media sosial dengan satu pesan keras yang terus menggema:

“Jangan hanya amankan BBM-nya… tangkap juga aktor utamanya!”

(Noval).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *