Ancaman Tersembunyi: Spyware Morpheus Intai Pengguna WhatsApp

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Pengguna WhatsApp kembali dihadapkan pada ancaman serius di dunia digital. Kali ini, muncul peringatan mengenai spyware bernama Morpheus spyware yang disebut-sebut mampu membobol sistem keamanan dan mengakses data pribadi tanpa disadari oleh korban.

Spyware Morpheus bekerja secara diam-diam dengan menyusup ke dalam perangkat pengguna melalui berbagai celah, seperti tautan mencurigakan, file berbahaya, atau aplikasi tidak resmi.

Setelah berhasil masuk, malware ini dapat memantau aktivitas pengguna, termasuk membaca pesan, mengakses kontak, hingga melacak lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski Meta Platforms sebagai induk perusahaan WhatsApp terus memperbarui sistem keamanan, ancaman siber selalu berkembang mengikuti celah yang ada.

Hal ini membuat pengguna tetap harus waspada, karena perlindungan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kebiasaan pengguna itu sendiri.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa spyware seperti Morpheus dapat memanfaatkan teknik rekayasa sosial untuk menipu korban.

Baca Juga:  Antisipasi Bahaya, Disperkimtan Kabupaten Bandung Tegaskan Pohon Rapuh Harus Ditebang

Pengguna kerap tanpa sadar mengklik tautan yang tampak meyakinkan, padahal itu adalah pintu masuk bagi peretas untuk mengambil alih perangkat mereka.

Untuk menghindari risiko ini, pengguna disarankan tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta rutin memperbarui aplikasi ke versi terbaru.

Langkah sederhana ini bisa menjadi benteng awal dalam menjaga keamanan data pribadi.

Selain itu, penting untuk tidak sembarangan membuka pesan dari nomor tidak dikenal, apalagi jika berisi tautan atau permintaan data pribadi.

Kesadaran digital menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ancaman siber yang semakin canggih.

Dengan meningkatnya kasus serangan spyware, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

Ancaman seperti Morpheus menjadi pengingat bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga setiap individu pengguna.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas
Putuskan Isolasi Dua Desa, Praka Heru Bersama Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lampung Utara
Bupati Nanda Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh
Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Sepanjang 35 Meter Rampung Dibangun
Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung
Sambut 1 Muharam 1448 H, BAZNAS Bandung & KUA Margaasih Gelar Santunan Yatim Piatu “Muharam Penuh Cinta”
Pendekatan Literasi & Estetika Medis (Smart, Sleek & Professional
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Dukung Program Belida melalui Pengecoran Jalan Desa
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:57 WIB

287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:24 WIB

Putuskan Isolasi Dua Desa, Praka Heru Bersama Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lampung Utara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:56 WIB

Bupati Nanda Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:21 WIB

Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Sepanjang 35 Meter Rampung Dibangun

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:17 WIB

Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung

Berita Terbaru