Subang Kompas1.id
Pembangunan pabrik mobil listrik milik BYD Motor Indonesia di Subang kini hampir rampung. Namun di balik kabar tersebut, ada satu fase krusial yang masih menjadi penentu utama: uji coba produksi.
Saat ini, BYD tengah melakukan integrasi peralatan manufaktur dan pengujian kualitas. Tahapan ini tidak bisa dianggap sepele karena akan menentukan apakah produksi massal bisa segera dimulai atau justru tertunda.
Menurut Luther T. Panjaitan, proses ini membutuhkan waktu panjang karena kompleksitas teknologi yang digunakan dalam lini produksi kendaraan listrik.
Meski berbagai izin seperti sertifikat IKD dan LCEV telah dikantongi, hasil dari tahap trial tetap menjadi kunci. Tanpa hasil yang sesuai standar, produksi massal belum bisa dijalankan sepenuhnya.
Di sisi lain, tekanan juga datang dari tingginya permintaan pasar. Dengan penjualan yang sudah mencapai puluhan ribu unit sepanjang 2025, ekspektasi terhadap kehadiran pabrik ini semakin besar.
BYD pun mulai bergerak dengan merekrut tenaga kerja untuk mendukung operasional. Namun, semua masih bergantung pada satu hal: keberhasilan tahap uji coba yang sedang berlangsung.
Situasi ini membuat publik menunggu dengan penuh tanda tanya. Apakah produksi massal benar-benar akan segera dimulai, atau justru masih harus melewati tantangan teknis lainnya?
Satu hal yang pasti, langkah BYD di Subang kini berada di titik paling menentukan dalam perjalanan besar industri mobil listrik di Indonesia. *** Red









