Pemerhati Daerah Soroti Dugaan Proyek Sapras JUT Asal Jadi di Desa Blok 31

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id –
Polemik proyek penimbunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang dikerjakan Koperasi Blok 30 “Sejahtera” di Desa Blok 31, Kecamatan Gunung Meriah,  menuai sorotan tajam dari masyarakat.

‎Budi Harjo, selaku Pemerhati Daerah menilai proyek tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi mencerminkan lemahnya pengawasan dan dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaannya.

‎Budi Harjo menegaskan, jika benar proyek yang dibiayai dari uang negara dikerjakan secara asal jadi, maka hal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut.

‎“JUT itu bukan proyek simbolik. Itu kebutuhan vital petani. Kalau pengerjaannya asal-asalan, kualitas material diragukan, dan tidak sesuai spesifikasi, maka yang dikorbankan adalah rakyat kecil,” tegas Budi.

‎Ia juga menyoroti minimnya transparansi di lokasi proyek. Tidak adanya papan informasi kegiatan, tidak jelasnya nilai anggaran, hingga pelaksana teknis yang tidak diketahui publik, dinilai sebagai indikator kuat adanya potensi penyimpangan.

‎“Proyek pemerintah itu wajib terbuka. Kalau dari awal sudah tertutup, wajar publik curiga. Ini bukan hanya soal pekerjaan fisik, tapi soal akuntabilitas,” lanjutnya.

‎Lebih jauh, Budi Harjo mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat bukan tanpa alasan. Kondisi jalan yang sempit, galian di sisi kiri dan kanan yang tidak jelas manfaatnya, serta tidak adanya penguatan seperti pengecoran bahu jalan, justru memperparah kondisi dan berpotensi membahayakan.

‎“Akibat pekerjaan yang tidak maksimal, jalan tidak bisa dilalui dua truk angkutan hasil panen secara bersamaan. Bahkan bahu jalan rawan longsor. Ini jelas tidak sesuai tujuan awal pembangunan,” ujarnya.

‎Atas kondisi tersebut, Budi mendesak Inspektorat Kabupaten Aceh Singkil untuk segera turun melakukan audit menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun administrasi. Ia juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam jika ditemukan indikasi penyimpangan anggaran.

‎“Jangan tunggu viral baru bergerak. Ini uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan. Jika ada indikasi permainan atau penyimpangan, APH wajib turun dan menindak tegas,” tegasnya lagi.

‎Menurut Budi, pembiaran terhadap proyek-proyek bermasalah hanya akan memperkuat dugaan adanya praktik permainan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan celah lemahnya pengawasan.

‎“Kalau ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat akan terus runtuh. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat, bukan justru membiarkan proyek yang merugikan petani,” tutupnya.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  Polres Garut Ungkap Peredaran Sabu, seorang Pria berhasil diamankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB