Mobil listrik (EV) tengah menjadi primadona baru di jalanan Indonesia

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1id

Mengapa Harga Bekas Mobil Listrik Anjlok Drastis? Ini 3 Faktor Utamanya
Mobil listrik (EV) tengah menjadi primadona baru di jalanan Indonesia. Namun, ada satu fenomena yang cukup mengejutkan bagi para pemilik maupun calon pembeli: harga jual kembalinya yang turun signifikan.
​Sebagai contoh, BYD Seal tipe Premium yang harga barunya di kisaran Rp629 juta untuk tahun 2024, harga bekasnya bisa langsung menyentuh angka Rp300–400 jutaan. Penurunan ini jauh lebih tajam dibandingkan mobil bermesin konvensional (ICE).

​Lantas, apa yang membuat harga mobil listrik bekas begitu “anjlok”? Berikut adalah tiga alasan utamanya:
​1. Depresiasi Baterai: Komponen Termahal
​Baterai adalah “jantung” sekaligus komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik. Biaya penggantiannya pun tidak main-main, bisa mencapai setengah dari harga mobil itu sendiri.
​Seiring pemakaian, kapasitas baterai pasti akan menurun (sama halnya dengan Battery Health pada ponsel). Calon pembeli mobil bekas cenderung khawatir akan sisa umur baterai dan biaya besar yang menanti di depan mata. Meski beberapa pabrikan menawarkan garansi seumur hidup (lifetime warranty), kebijakan ini biasanya hanya berlaku untuk pemilik pertama. Hal inilah yang membuat nilai jual kembali EV langsung merosot di tangan pemilik kedua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​2. Laju Perkembangan Teknologi yang Masif
​Teknologi mobil listrik berkembang sangat cepat. Hampir setiap tahun, produsen merilis model baru dengan teknologi yang jauh lebih canggih, seperti:
​Jarak tempuh yang lebih jauh.
​Durasi pengisian daya yang lebih cepat.
​Fitur software yang lebih pintar.
​Hal ini membuat model keluaran dua atau tiga tahun lalu terlihat cepat usang. Ibarat membeli barang elektronik atau gadget, mobil listrik lebih dipandang sebagai produk teknologi daripada aset otomotif tradisional, sehingga nilai depresiasinya pun mengikuti pola barang elektronik.

Baca Juga:  Ratusan Pemotor Siap Banjiri 3rd Bikers Rendezvous Sekaligus Rayakan Ultah ke-60 Panglima Semprul

​3. Daya Beli dan Infrastruktur yang Masih Terbatas
​Masyarakat Indonesia masih menganggap mobil listrik sebagai barang mewah jika dibandingkan dengan mobil kategori LCGC atau mobil konvensional lainnya. Rendahnya daya beli untuk unit bekas ini diperparah dengan kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya.
​Bagi banyak orang, melakukan perjalanan jauh dengan mobil listrik masih dianggap berisiko karena jumlah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang belum merata. Berbeda dengan Tiongkok yang sudah memberikan subsidi masif sejak 2010, adopsi EV di Indonesia masih dalam tahap awal, sehingga pasar mobil bekasnya belum terbentuk dengan stabil.
​Kesimpulan: > Membeli mobil listrik saat ini sebaiknya diniatkan untuk penggunaan jangka panjang agar nilai manfaatnya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Jika Anda berencana mengganti mobil dalam 2-3 tahun, siap-siaplah menghadapi penurunan harga yang cukup menantang. Bob Hariawan. Kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AUTO SPEED Lendeng N D’Gank Chapter Timur Matangkan Persiapan, Siap Tempur di Drag Race Brigif 25 Juli 2026
PYMB Jalani Debut di Drag Race Konten Kreator, Catat Waktu 11,08 Detik di Lanud Husein Sastranegara
Menjunjung Tinggi Solidaritas dan Kebersamaan di Momen Satu Dekade RX Grainders
BANDUNG TOYS & TRADING CARD EXPO 2026 HADIR, JADI AJANG KOLEKSI DAN KOMPETISI TERBESAR DI KOTA BANDUNG
GRAIDER Hadir di Bandung: Beri Edukasi Otomotif untuk Pengguna Motor 2-Tak dan Matik
Ratusan Pemotor Siap Banjiri 3rd Bikers Rendezvous Sekaligus Rayakan Ultah ke-60 Panglima Semprul
Pembangunan Pabrik Mobil listrik milik BYD Motor Indonesia di Subang kini Hampir rampung.
Tim Hankay Siap Tampil Maksimal di Final ONIKU Cup Race Dengan Andalan RX KING
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:26 WIB

AUTO SPEED Lendeng N D’Gank Chapter Timur Matangkan Persiapan, Siap Tempur di Drag Race Brigif 25 Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIB

PYMB Jalani Debut di Drag Race Konten Kreator, Catat Waktu 11,08 Detik di Lanud Husein Sastranegara

Senin, 29 Juni 2026 - 06:52 WIB

Menjunjung Tinggi Solidaritas dan Kebersamaan di Momen Satu Dekade RX Grainders

Senin, 22 Juni 2026 - 03:11 WIB

BANDUNG TOYS & TRADING CARD EXPO 2026 HADIR, JADI AJANG KOLEKSI DAN KOMPETISI TERBESAR DI KOTA BANDUNG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:47 WIB

GRAIDER Hadir di Bandung: Beri Edukasi Otomotif untuk Pengguna Motor 2-Tak dan Matik

Berita Terbaru

Berita

Kapolsek Tanjung Raja Hadiri Masa sidang lll DPRD 2026

Kamis, 16 Jul 2026 - 14:51 WIB