Suasana Ketenangan dan Kehangatan Keluarga Menjelang Berbuka 

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id ||  Menjelang waktu berbuka puasa, suasana sore terasa berbeda dari biasanya. Cahaya matahari yang perlahan meredup menghadirkan ketenangan, seakan memberi tanda bahwa waktu yang dinanti semakin dekat.

Aktivitas masyarakat pun mulai berubah; jalanan dipenuhi orang-orang yang bergegas pulang, sementara aroma makanan menggoda tercium dari rumah-rumah dan warung di sepanjang jalan.

Di dalam rumah, kesibukan sederhana mengisi setiap sudut. Ada yang menyiapkan hidangan berbuka, ada pula yang merapikan meja makan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara peralatan dapur berpadu dengan obrolan ringan keluarga, menciptakan suasana hangat yang khas. Menjelang berbuka bukan sekadar menunggu waktu makan, melainkan momen kebersamaan yang selalu dirindukan.

Bagi sebagian orang, waktu ini dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah Lantunan doa dan bacaan suci terdengar lirih, mengisi sisa waktu dengan harapan serta rasa syukur. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, hati terasa lebih tenang saat mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga:  *Memetik-makna Peristiwa*

Di luar rumah, para pedagang takjil tampak sibuk melayani pembeli. Aneka makanan dan minuman tersusun rapi, disertai senyum dan sapaan hangat yang mencerminkan semangat berbagi rezeki di bulan penuh berkah.

Anak-anak menunggu dengan penuh antusias, sesekali bertanya kapan azan Maghrib akan berkumandang. Bagi mereka, berbuka puasa bukan hanya tentang makanan, tetapi juga kebahagiaan sederhana yang dirasakan bersama keluarga.

Detik-detik menjelang azan menjadi saat yang paling dinantikan. Aktivitas seakan melambat, perhatian tertuju pada jam atau suara masjid terdekat.

Segelas air dan beberapa butir kurma telah siap tersaji, menjadi simbol kesederhanaan sekaligus rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

Ketika azan Maghrib akhirnya terdengar, rasa lega dan bahagia menyatu dalam hati. Doa dipanjatkan sebelum tegukan pertama membasahi tenggorokan.

Momen menjelang berbuka mengajarkan kesabaran, kebersamaan, serta makna syukur yang mendalam dalam setiap perjalanan kehidupan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*
Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:45 WIB

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Berita Terbaru