Garut kompas1.id
Wisuda yang diraih Luthfi Muchtar Dabigie pada 14 Februari menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa aktif berorganisasi tetap mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
Ia menepis stigma lama yang menganggap aktivisme kampus menjadi penghambat kelulusan.
Sejak masuk Jurusan Administrasi Publik FISIP Universitas Garut pada September 2021, Luthfi telah memilih jalan akademik yang beriringan dengan gerakan sosial. Pada April 2023, ia dipercaya menjadi Menteri Kajian Aksi Strategis dan Propaganda BEM FISIP, terlibat dalam perumusan gagasan hingga pengawalan berbagai isu sosial.
Tanggung jawabnya berlanjut pada Desember 2024 saat menjabat Menteri Sosial BEM Universitas Garut, dengan fokus pada kerja-kerja kemanusiaan dan pengabdian masyarakat.
Di luar kampus, Luthfi aktif dalam advokasi bersama Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Garut serta menjadi Koordinator Lapangan Aksi #IndonesiaGelap pada Februari 2025 di Gedung DPRD Garut, mengangkat isu tata ruang, perlindungan lahan pertanian, dan masa depan ruang hidup masyarakat.
Pada Konferensi Cabang GMNI DPC Garut ke-XIII (Februari–Maret 2025), ia terpilih sebagai Sekretaris Cabang periode 2025–2027. Luthfi juga terlibat langsung dalam pendampingan agraria, memberikan edukasi hukum pertanahan kepada masyarakat serta menjembatani komunikasi warga dengan pemerintah terkait kebijakan tanah, termasuk program PTSL.
Atas dedikasinya, ia dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor 2025 tingkat Kabupaten Garut dalam bidang advokasi dan pendampingan agraria.
Perjalanan ini menegaskan bahwa aktivisme dan akademik bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat saling menguatkan. Wisuda Luthfi menjadi simbol bahwa intelektual muda dapat tetap berpihak pada masyarakat tanpa meninggalkan prestasi akademik. (Ridickpuad)










