KOMPAS1.id || Kayu Agung saat digelar uji coba landasan pacu darurat bagi pesawat tempur F-16 dan Super Tucano. Ruas jalan yang biasanya dipadati kendaraan tersebut disulap menjadi area operasi militer dengan pengamanan ketat dan sterilisasi penuh. Kegiatan ini menjadi perhatian masyarakat karena menghadirkan atraksi manuver pesawat tempur di atas infrastruktur sipil.
Uji coba ini merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara dalam memanfaatkan jalan tol sebagai alternatif landasan pacu pada kondisi darurat.
Konsep ini dirancang untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya pangkalan udara utama akibat situasi krisis, bencana, maupun ancaman lainnya.
Dengan demikian, operasional pertahanan udara tetap dapat berjalan secara optimal. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia serta Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU).
Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap peningkatan kemampuan dan kesiapan operasional TNI AU.
Selain itu, momen ini juga menjadi ajang evaluasi langsung terhadap efektivitas pelaksanaan latihan di lapangan.
Dalam simulasi, pesawat tempur F-16 dan Super Tucano melakukan manuver pendaratan dan lepas landas di ruas tol yang telah dipersiapkan sesuai standar keamanan penerbangan militer.
Proses ini membutuhkan perhitungan presisi tinggi, mengingat karakteristik jalan tol berbeda dengan landasan pacu konvensional. Seluruh prosedur dijalankan secara disiplin dan terkoordinasi.
Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait. Sterilisasi area, pengaturan lalu lintas, hingga pengawasan udara dilaksanakan secara menyeluruh untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mendekati lokasi demi menjaga keselamatan bersama.
Uji coba ini juga menunjukkan sinergi antara sektor pertahanan dan pengelola infrastruktur nasional. Jalan tol sebagai aset strategis negara memiliki potensi ganda, tidak hanya untuk mobilitas sipil tetapi juga mendukung sistem pertahanan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Secara keseluruhan, latihan ini menegaskan kesiapan TNI AU dalam menghadapi berbagai skenario kontinjensi.
Dengan kemampuan adaptif dan responsif, pemanfaatan landasan darurat di jalan tol menjadi salah satu strategi untuk memastikan kedaulatan udara tetap terjaga dalam situasi apa pun.(Red)










