KOMPAS1.Id || Pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita sering mendengar tentang keutamaan puasa dan amalan-amalan yang dianjurkan. Namun, tahukah kita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berpuasa di menit-menit terakhir Ramadhan?
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih, ketika mendekati akhir bulan Ramadhan dan belum menemukan malam Lailatul Qadar, Rasulullah bersabda agar umatnya tetap berpuasa hingga menjelang akhir bulan. Bahkan, di hari terakhir Ramadhan, beliau tetap berpuasa hingga dipastikan bahwa hari itu bukanlah malam Lailatul Qadar.
Alasan utamanya adalah:
1. Berusaha Mendapatkan Lailatul Qadar Malam ini lebih baik dari seribu bulan, sehingga Rasulullah ingin memaksimalkan kesempatan untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT dengan tetap berpuasa dan beribadah.
2. Menunjukkan Teladan Kesungguhan – Beliau ingin mengajarkan kepada umat agar tidak mudah menyerah dalam berusaha meraih kebaikan, bahkan di saat-saat terakhir pun kita harus tetap bersungguh-sungguh.
3. Memperkuat Iman dan Kesabaran – Puasa di menit terakhir menjadi bentuk latihan untuk meningkatkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.
Meskipun akhirnya diketahui bahwa Lailatul Qadar ada di ganjaran sepuluh malam terakhir Ramadhan, teladan Rasulullah ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah hingga akhir waktu yang diberikan.
Marilah kita tirukan teladan beliau dengan mengisi sisa waktu Ramadhan dengan amalan yang baik, sehingga kita dapat meraih keberkahan yang melimpah dari Allah SWT.










