Tarling, Pemkot Buka Ruang Komunikasi dan Aspirasi Warga

Pekalongan13 Dilihat

Kota Pekalongan Kompas1.id
– Kegiatan Safari Tarawih Keliling (Tarling) yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab, jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD, camat, serta lurah. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Amin, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kradenan, Kelurahan Buaran Kradenan, Rabu (4/3/2026) malam.

Safari Tarling ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kota Pekalongan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran unsur pimpinan daerah di tengah masyarakat ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pekalongan berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga serta menyerap aspirasi secara langsung.

“Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi dalam mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah. Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga ketenteraman dan ketertiban umum selama bulan Ramadhan agar suasana ibadah dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan,”tegasnya.

Wali Kota Aaf menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Al-Amin yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan. Ia juga membagikan cerita ringan terkait jadwal safari tarawih yang sempat membuatnya “gagal paham”.

“Karena kebetulan namanya sama dengan Masjid Pemkot, Masjid Al-Amin. Dan ini saya dan istri terus terang sedikit gagal paham. Karena kita kemarin menjadwalkan safari tarawih di Pekalongan Utara dan Selatan. Gagal paham dalam arti saya kira Muhammadiyah yang di utara, dan yang di selatan NU. Ternyata keliru dan terbalik,” ujarnya disambut tawa jamaah.

Ia mengaku sempat melihat lokasi masjid melalui share location yang dibagikan Plt Kabag Kesra, Trieska Herawan. Saat itu, ia mengira foto pembangunan masjid merupakan dokumentasi lama. Namun setelah melihat langsung, ia mengapresiasi progres pembangunan yang telah mencapai tahap finishing.

“Ternyata memang dalam tahap pembangunan. Tapi sangat luar biasa ini tinggal finishing. Pengurus masjid, Pak Saifuddin ini memang ahlinya dalam bidang pembangunan. Dan menyampaikan ke Saya juga sebagai pengawas, insyaallah seperti yang disampaikan Ustadz Saifuddin, bahwa pembangunan di bidang sosial itu mau sampai kapan pun waktunya pasti selesai. Mau masjid, musala, pondok, panti asuhan dan sebagainya. Kalau itu untuk sosial, kita harus percaya pasti selesai. Tinggal waktunya kapan, rezekinya kapan, momentumnya kapan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menerangkan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), dengan bahasa yang santun dan saling menghormati.

“Muhammadiyah hormat dengan komunikasi dengan bahasa yang cukup halus. Alhamdulillah kita bisa saling menyampaikan apa yang bermanfaat untuk masyarakat Pekalongan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga secara terbuka mempersilakan jamaah untuk menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi secara langsung. Ia menyebut, biasanya pertanyaan warga berkisar pada persoalan infrastruktur, layanan PDAM, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Monggo ada sesi tanya jawab, mau bertanya apa? Biasanya seputar infrastruktur, PDAM. Kalau ada yang mau tanya soal MBG juga, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia pun mengajak para jamaah untuk bersama-sama bergotong royong menyelesaikan pembangunan masjid, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Melalui forum terbuka seperti ini, pihaknya berharap aspirasi warga dapat langsung ditangkap dan ditindaklanjuti demi percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kota Pekalongan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf dan Wakil Wali Kota Balgis Diab turut menyerahkan bantuan kepada Takmir Masjid Al-Amin sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan operasional masjid selama bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, Takmir Masjid Al-Amin Buaran Kradenan, Sapto dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan dua pantun yang disambut tepuk tangan jamaah. Ia juga menyinggung keistimewaan malam tersebut yang bertepatan dengan 15 Ramadhan atau Ayyamul Bidh, serta Rabu Kliwon dalam penanggalan Jawa. Momentum tersebut diharapkan menjadi simbol keselarasan niat dalam membangun Kota Pekalongan.

Sapto menjelaskan bahwa, pembangunan Masjid Al-Amin saat ini telah mencapai sekitar 60 persen dengan total kebutuhan anggaran kurang lebih Rp4,5 miliar. Hingga kini masih dibutuhkan sekitar Rp2 miliar untuk menyelesaikan pembangunan.

“Masjid ini alhamdulillah sudah 60 persen. Dana kurang lebih 4,5 miliar, masih kurang sekitar 2 miliar. Mudah-mudahan sambil berjalan bisa terus lancar. Masjid belum selesai sudah penuh, saf sampai 15 saf. Ibu-ibu sampai harus tarawih di masjid lama dan TK karena tidak muat,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menilai kegiatan Tarling tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Selain menjadi ajang ibadah, momen ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari Tarawih ini mudah-mudahan dimaknai bahwa kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat bukan hanya simbolis, tetapi juga menjadi ruang dialog nyata untuk kemajuan bersama,” pungkasnya  *** Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *