KOMPAS1.id || Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh warga tersebut dalam pemantauan intensif. Data dihimpun dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat dan terus diperbarui sesuai perkembangan situasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menyebutkan mayoritas merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), namun ada juga mahasiswa hingga jemaah umrah yang tertahan akibat kondisi keamanan.
Untuk meredam kepanikan keluarga di tanah air, Pemprov Jabar membuka hotline 24 jam di 0821-2603-0038. Setiap laporan yang masuk akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait dan pemerintah pusat.
“Yang terpenting sekarang komunikasi jangan sampai putus,” ujar Adi.
Sementara itu, koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus dilakukan. Soal evakuasi massal? Pemprov masih menunggu instruksi resmi.
Di tengah situasi tak menentu, satu hal jadi pesan penting: tetap tenang, pantau informasi resmi, dan manfaatkan hotline jika butuh bantuan.(Red)










