Subulussalamkompas.1.id –
Isu miring terkait ketahanan pangan Desa Lae Mate yang diduga ada penyimpangan telah terjawab. PJ Kepala Desa Lae Mate, Sahliman Sambo, sebagai pengawas BUMDES, menjelaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
Dana ketahanan pangan sebesar Rp 179.400.00,0 yang bersumber dari ADD tahun 2025 digunakan untuk pembelian 10 ekor sapi yang bervariasi besarnya, pembuatan kandang 20×60 M, pembelian alat dosermer, pembelian Arco, dan upah tukang rumput juga sewa lokasi
Sahliman menjelaskan bahwa sempat terjadi pengurangan sapi di kandang karena adanya mis komunikasi antara pembeli dan penjual, namun beberapa hari kemudian sapi tersebut dikembalikan ke kandang BUMDES.
“Dalam hal perselisihan pendapat di desa itu hal biasa, kita bukan anti kritik. Apa lagi di tahun 2026 ini akan dilakukan Pilkades serentak di kota Subulussalam, salah satu desa Lae Mate hal biasa pandangan yang berbeda,” kata Sahliman.
Sahliman juga menegaskan bahwa dalam penggunaan dana ketahanan pangan tidak ada yang ditutupi dan selalu terbuka sesuai kebutuhan masyarakat Desa Lae Mate. “Dana ini bersumber dari dana desa, kita selalu transparan dan akuntabel,” katanya.(Ramona)










