Dituding Menerima Setoran Bulanan Dari Kegiatan Peti Di Hulu Sungai Demu,Kades Limur Bernaung : Berita Itu Tidak Berdasar !!!

Kalimantan50 Dilihat

Kompas1.id
Sintang, Kalbar | Realitas. -Sebuah Artikel dari media online berjudul “Dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wilayah hulu Sungai Demu,,Seret Kepala Desa Limbur Bernaung Lestari” menjadi viral di kalangan masyarakat kabupaten Sintang, Sebuah artikel yang jika di lihat judul nya memiliki fakta dan data yang valid.

Guna memperkuat dugaan keterlibatan kades limur bernaung lestari dalam aktivitas ilegal seperti kegiatan PETI dan juga dalam rangka menyajikan keberimbangan dalam informasi awak media melakukan konfirmasi kepada kades limur bernaung lestari terkait tudingan dari media online tersebut pada Kamis (22/1/26).

banner 336x280

Marjoni selaku kepala Desa limur bernaung lestari membantah keras apa yang menjadi dugaan dari Media online tersebut, menurut nya Tudingan tersebut sungguh tidak berdasar dan tendensius.

“Itu berita yang mengada-ada, Saya tidak pernah menerima Setoran dari pekerja PETI di hulu sungai Demu seperti yang di beritakan, pemberitaan itu sudah mencemarkan kan nama baik saya, itu hanya sebuah kebohongan belaka,” tegas marjoni.

Menurut marjoni dia memang mendengar adanya kegiatan penambangan tradisional di hulu sungai demu, tapi menurut informasi yang dia terima yang bekerja di wilayah situ adalah masyarakat dari wilayah Kayan, dan jarak nya sangat jauh dari desa limur bernaung lestari.

“Foto-foto di sampul berita itu seperti kegiatan dari teman-teman kita masyarakat dari kecamatan tetangga yang memang dekat dengan hulu sungai demu ini, jaraknya berhari-hari perjalanan dari desa Limur Bernaung lestari, jadi mustahil saya menerima setoran dari mereka seperti yang di tuduhkan itu, sambungnya.

Marjoni berharap kepada rekan-rekan Media agar lebih obyektif lagi dalam menyajikan informasi kepada publik, agar tidak menimbulkan fitnah dan merusak reputasi seseorang.

“Tolong kepada kawan – kawan media supaya lebih teliti lagi dalam menyajikan informasi, terutama yang menyangkut nama baik dan juga jabatan seseorang, usahakan buat berita yang berimbang tanpa menyerang pribadi seseorang secara masif, mohon maaf bagi yang kawan-kawan jurnalis tidak merasa melakukan itu,” tambahnya.

Marjoni berharap Jika memang ada bukti dirinya melakukan seperti apa yang di tuding kan untuk di buka kepada publik, jika tidak dirinya berharap namanya di bersihkan.

“Kalau media maupun Narasumber memiliki bukti keterlibatan saya silahkan buka ke publik biar semua terang benderang, jika tidak saya minta nama saya di bersihkan, sebab ini benar-benar merusak nama baik saya dan juga Desa Limur Bernaung lestari yang tercantum di judul artikel,” ujar marjoni.

Marjoni mengaku akan berkonsultasi dengan para praktisi hukum terkait langkah selanjutnya yang akan di lakukan untuk menyikapi pemberitaan tersebut karena media maupun Narasumber tersebut telah mencemarkan namanya dengan sebuah pemberitaan bohong.

“Kita tunggu beberapa hari ke depan untuk langkah selanjutnya, kita lihat itikad baik mereka, (Media dan narasumber Red.), jika ada celah kita akan lakukan langkah hukum,” Tutup nya. EEFENDY

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *